Marak penyakit ISPA, warga 3 desa desak penutupan TPA Jatiwaringin Tangerang
Merdeka.com - Warga tiga desa yang berdekatan dengan lokasi tempat pembangunan akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang mendesak penutupan lokasi pembuangan sampah tersebut. Alasannya lantaran keberadaan TPA dituding menjadi sumber penyakit. Ketiga desa meliputi Jatiwaringin, Rajeg Mulya dan Buaran Jati.
Seorang tokoh masyarakat setempat, Satibi menjelaskan, aktivitas pengelolaan sampah yang dilakukan di TPA Jatiwaringin tidak ramah lingkungan, dan justru mencemari kesehatan.
"Pengelolaannya dengan dibakar ini mencemari lingkungan, banyak warga menderita ISPA dari pembakaran sampah yang dilakukan. Ditambah TPA tidak punya instalasi pengelolaan air limbah (IPAL)," ucapnya, Jumat (26/10).
Menurutnya, TPA yang telah lama beroperasi di Tangerang itu membuat tingkat kesehatan masyarakat menurun. "TPA harusnya dikelola dengan baik, ramah lingkungan dan aman bagi warga sekitar," ucapnya.
Selain polusi udara karena pencemaran dari sampah yang dibakar, warga yang meminta penghentian operasional TPA juga diancam air bersih yang tercemar.
"Inikan sudah bertahun-tahun, kami cemas air tanah kami gunakan tercemar, tentu ini sangat mengganggu kehidupan dan kesehatan kami," terang Satibi.
Dia bersama warga lainnya berharap operasional TPA dihentikan, karena kinerja Pemkab dalam menanggulangi pencemaran dinilai tidak maksimal.
"Titik api di TPA semakin banyak dan asap tebal semakin mencemari lingkungan. Warga hanya dapat kompensasi pengobatan gratis tiga bulan sekali. Kami sudah laporkan ke kepala desa, kecamatan, sampai ke dinas terkait. Imbas dari asap ini sampai ke tiga desa yang lain," bilang dia.
Kepala UPT TPA Jatiwaringim Hermawan mengaku sudah maksimal dalam menata pengelolaan sampah. Pihaknya menjelaskan kalau persoalan IPAL TPA berada di bawah kewenangan Pemkab Tangerang.
"Selama TPA Jatiwaringin berdiri tidak memiliki IPAL, kendalanya adalah kita terbentur oleh anggaran, karena cukup besar untuk membuat IPAL tersebut. Saya harap kepada masyarakat sekitar TPA bersabar," terang Hermawan.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya