Marak jemaah ditipu, izin biro umroh di Sumsel bakal diselidiki
Merdeka.com - Kantor Perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) di Sumatera Selatan menemukan banyak travel umroh tak berizin yang melakukan usaha wilayah tersebut. Mencegah warga menjadi korban penipuan, pihak Kemenag segera melakukan investigasi terhadap travel umroh nakal.
Kasubag Informasi dan Humas Kanwil Kemenag Sumsel, Saefuddin Latief, mengungkapkan tercatat ada 65 travel berizin. Sedangkan yang ilegal jumlahnya lebih banyak lagi.
"Untuk jumlah pasti yang ilegal belum terdata, tapi bisa lebih banyak dari yang berizin. Ibaratnya seperti jamur di musim hujan," ungkap Saefuddin, Jumat (19/1).
Menurut dia, menjamurnya travel umroh yang ilegal di Sumsel karena beragam faktor. Di antaranya, pengelola berdalih telah mengurus di pusat sehingga tak perlu lagi melapor ke Kemenag daerah. Ada juga berdalih bekerjasama dengan travel umroh resmi atau hanya menjadi kantor cabang.
"Itu kesulitannya. Tapi kita tidak mau tinggal diam," tegas Saefuddin.
Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya akan mendata ulang travel umroh yang tersebar di Sumsel. Bagi yang kedapatan ilegal akan diberikan sanksi tegas karena akan memungkinkan terjadinya penipuan.
"Untuk travel umroh yang berizin bisa dilihat di website Kemenag Sumsel," katanya memberikan saran.
Mengingat banyaknya penipuan berkedok travel umroh, diharapkan masyarakat lebih hati-hati dan cerdas memilih biro perjalanan untuk melakukan ibadah umroh dan haji.
"Masyarakat harus cerdas memilih mana yang terdaftar dan tidak," kata dia.
Terkait kasus yang dialami jemaah umroh tak kunjung diberangkatkan oleh Abu Tours, menurutnya sedang didalami bersama Ombudsman.
"Kita kerjasama Ombudsman untuk investigasi jumlah jemaah dan kemungkinan gagal berangkat," jelas dia.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya