Manuver politik Jokowi & parpol acak-acak institusi kepolisian

Sabtu, 17 Januari 2015 15:52 Reporter : Sri Wiyanti
Manuver politik Jokowi & parpol acak-acak institusi kepolisian Brimob. merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Guru Besar Univ Pertahanan, Pof Dr Salim Said menilai, pencopotan Kepala badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komjen Suhardi Alius menimbulkan tanda tanya besar.

Komjen Suhardi Alius telah dirotasi dari posisinya sebagai Kabareskrim Mabes Polri menjadi Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

Salim menduga, pencopotan Komjen Suhardi Alius, erat kaitannya dengan manuver politik.

"No wonder kalau ini menimbulkan pertanyaan dalam masyarakat. Dugaan paling dekat adalah urusan politik terlibat disitu. Mungkin pertarungan antar parpol," kata Salim di Jakarta, Sabtu (17/1).

Salim juga bertanya-tanya terkait status Jenderal Polisi Sutarman yang telah dicopot jabatannya sebagai Kapolri oleh Presiden Joko Widodo semalam. Selain lantaran masa jabatan Sutarman sebagai Kapolri masih bersisa 9 bulan lagi, keberlanjutan karir Sutarman juga menjadi pertanyaan Salim.

Salim melihat awan kelabu menghadang masa depan Sutarman. Pasalnya, status Jenderal Sutarman setelah diberhentikan sebagai Kapolri pun masih belum jelas. Sementara, apabila Sutarman tidak mendapatkan posisi dalam jangka waktu 30 hari, maka Sutarman akan dianggap desersi.

"Tentu ada pertanyaan, lalu mau diapakan Jenderal Sutarman. Menurut Mantan Wakapolri Komjen (Purn) Drs. Oegroseno kalau 30 hari ia tidak ada jabatan, dia dianggap desersi. Jadi dimana ia akan ditempatkan oleh Jokowi?" katanya. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini