Kebun Raya Tua Tunu Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini mengirimkan sampel tanaman manggis klabang ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pengiriman ini dilakukan pada awal November, tepatnya tanggal 2, sebagai langkah krusial dalam upaya pelestarian spesies.
Langkah strategis ini bertujuan untuk melakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut terhadap manggis klabang yang dikenal terancam punah. Proses ini melibatkan kolaborasi antara tim Kebun Raya Tua Tunu dan mahasiswa dari Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam pengumpulan sampel.
Ketua Tim Kebun Raya Tua Tunu, Sugiantoro, menyatakan bahwa tujuan utama adalah memastikan identitas tanaman endemik ini. Verifikasi oleh BRIN diharapkan dapat membuka jalan bagi program pembudidayaan kembali manggis klabang di habitat aslinya.
Advertisement
Advertisement
Upaya Penyelamatan Spesies Manggis Klabang yang Terancam Punah
Pengiriman sampel manggis klabang ke BRIN merupakan bagian integral dari strategi konservasi yang lebih besar. Tanaman dengan nama ilmiah Garcinia klabang miq ini merupakan spesies endemik Kepulauan Bangka Belitung yang keberadaannya sangat langka.
Sugiantoro menjelaskan bahwa verifikasi ilmiah dari BRIN sangat penting untuk memastikan bahwa sampel yang ditemukan benar-benar manggis klabang. Identifikasi yang akurat akan menjadi dasar untuk langkah-langkah konservasi dan pembudidayaan di masa mendatang.
Setelah hasil penelitian dari BRIN keluar, Kebun Raya Tua Tunu berencana untuk segera mengembangkan dan membudidayakan kembali manggis klabang. Upaya ini diharapkan dapat mengembalikan populasi tanaman langka ini yang kini menghadapi ancaman kepunahan.
Advertisement
Advertisement
Penemuan Kembali Manggis Klabang di Kebun Raya Tua Tunu
Penemuan manggis klabang ini berawal dari kegiatan blusukan atau penjelajahan yang dilakukan oleh Tim Kebun Raya Tua Tunu bersama mahasiswa UBB. Mereka secara aktif mendata dan meneliti tanaman-tanaman endemik yang tumbuh di Kawasan Kebun Raya Tunu Pangkalpinang.
Sebelumnya, manggis klabang di Indonesia dilaporkan sudah hampir punah, dengan minimnya laporan keberadaan tanaman khas Pulau Sumatera ini. Penemuan kembali di Pangkalpinang menjadi kabar gembira bagi dunia konservasi flora.
Sugiantoro mengungkapkan rasa syukurnya atas penemuan ini, "Alhamdulillah, tanaman ini kita temukan kembali dan tumbuh secara alami di kawasan kebun raya seluas 60,8 hektare ini." Keberadaan manggis klabang yang tumbuh alami di area tersebut menunjukkan potensi besar untuk restorasi ekosistem.
Advertisement
Jika hasil riset BRIN mengkonfirmasi identitasnya, Kebun Raya Tua Tunu akan berkomitmen penuh untuk membudidayakan tanaman manggis klabang ini. Langkah ini diharapkan dapat menjadi model bagi pelestarian spesies langka lainnya di Indonesia.
Sumber: AntaraNews