Maluku galakkan usaha peternak ayam potong dan petelur
Merdeka.com - Untuk menarik para peternak dalam usaha peternakan ayam potong dan petelur, Dinas Pertanian Maluku berupaya mengembangkan usaha di bidang peternakan. Dengan begitu, para peternak bisa mandiri dan tidak tergantung dari wilayah lain.
"Kami terus mendorong masyarakat agar tertarik mengembangkan peternakan ayam potong maupun petelur, mengingat kebutuhannya di Maluku sangat tinggi dan selama ini dimasukkan dari luar daerah," kata Kepala Dinas Pertanian Maluku Diana Padang, seperti dikutip dari antaranews, Rabu (15/4).
Hingga saat ini, lanjut Diana, para pedagang mendatangkan telur ayam ras dari Makassar dan Surabaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebanyak 96.735 ribu butir per tahun atau 6.449 ton dan setara Rp 64,5 miliar. Selain itu, daging ayam beku yang didatangkan dari dua provinsi tersebut juga mencapai 5.260 ton setahun atau setara 3,5 juta ekor dengan nilai Rp 70 milyar.
Diana membenarkan usaha ayam petelur dan ayam ras pernah berkembang di Maluku, terutama di Kota Ambon, sehingga mengurangi tingkat ketergantungan pasokan dari daerah lain. Tetapi akibat konflik kerusuhan tahun 1999, para pengusaha merasa tidak aman akhirnya bangkrut.
"Hingga saat ini belum ada yang mau mengembangkan usaha peternakan ayam petelur maupun ayam potong. Padahal sudah ada yang menyatakan keinginannya, tetapi belum juga direalisasikan," ungkap Dian.
Dia menambahkan, pihak Dinas Pertanian telah melakukan konsultasi bersama pimpinan dan anggota Komisi B DPRD Maluku, guna menjaring aspirasi dan keinginan masyarakat, dalam mengembangkan usaha ternak ayam petelur dan pedaging, agar bisa mendapatkan fasilitas bantuan. (mdk/cza)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya