MAKI Ingatkan KPK soal Jerat Korporasi dalam Kasus Meikarta
Merdeka.com - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penetapan tersangka korporasi dalam kasus suap Meikarta. Sebab, KPK pernah membuka peluang menjerat pihak korporasi yang terlibat.
"Kami akan gugat KPK yang belum juga menetapkan tersangka korporasi dalam kasus Meikarta. Mereka pernah ngomong sendiri. Kami tagihlah," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, Selasa (3/9).
Ia menambahkan, tak hanya kasus suap Meikarta, namun pihaknya tetap menagih kasus korupsi lainnya yang masih mandek.
"Jangankan yang ngomong, yang tidak diomongkan namun kasusnya mandek juga kami gugat," sambungnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, pada konferensi pers akhir Juli 2019 lalu usai mengumumkan dua tersangka baru dalam suap perizinan proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyatakan bahwa pihaknya membuka peluang menjerat korporasi. Namun sampai saat ini, KPK belum juga menunjukkan pernyataannya itu.
Padahal, Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada media juga telah menyatakan pihaknya telah mengidentifikasi dugaan suap izin proyek milik Lippo Group, Meikarta dilakukan untuk keuntungan korporasi. "Kami sudah mengidentifikasi dugaan suap ini dilakukan untuk keuntungan korporasi yang mendapatkan keuntungan izin di sana," ujar Febri pada saat waktu itu.
Sekretaris Daerah (nonaktif) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, pada Senin (2/9) kembali diperiksa oleh KPK. Ia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka eks Presiden Direktur Lippo Cikarang Bartholomeus Toto, yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka.
Namun Iwa tidak menjelaskan secara detail terkait pemeriksaan itu. "Jadi saksi Bartholomeus Toto," kata Iwa saat keluar dari ruang pemeriksaan KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (2/9).
Selain Iwa dan Bartholomeus, sejumlah nama lain juga telah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK, diantara adalah Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan eks Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya