Mahfud MD: People Power adalah Keterlibatan Rakyat dalam Pemilu 2019

Sabtu, 20 April 2019 03:04 Reporter : Purnomo Edi
Mahfud MD: People Power adalah Keterlibatan Rakyat dalam Pemilu 2019 Mahfud MD. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Mantan Ketua MK Mahfud MD mengungkapkan bahwa people power yang sesungguhnya adalah keterlibatan rakyat dalam Pemilu 2019. Dalam Pemilu 2019 gerakan people power, rakyat bersatu untuk melakukan perubahan lewat partisipasinya di pencoblosan.

"Bicara tentang perlu people power, people power itu ya Pemilu itu. Rakyat menyatukan kekuatan untuk melakukan perubahan," ujar Mahfud di rumahnya, Jumat (19/4).

Guru Besar Fakultas Hukum UII ini menerangkan pada 17 April 2019, rakyat telah melakukan penetapan tentang arah negara lima tahun mendatang lewat Pemilu. Menurut Mahfud keterlibatan rakyat inilah people power yang sebenarnya.

"Tanggal 17 April rakyat sudah melakukan atau menunjukkan sikapnya untuk membuat perubahan. Penetapan tentang arah negara dalam lima tahun ke depan sesuai dengan program yang diajukan oleh pemerintah. Itulah people power yang sebenarnya, rakyat sudah bersatu, mari kita terima hasilnya," ungkap Mahfud.

Mahfud pun menampik anggapan jika people power bukanlah ajang untuk ancam mengancam ataupun untuk berbuat yang keras-keras.

"Selamat kepada seluruh rakyat Indonesia yang sudah melakukan people power yaitu memberi suara di dalam Pemilu untuk memperbaiki bangsa yang seluruhnya. Kita sudah serentak kira-kira 80 persen rakyat Indonesia datang ke TPS. Itulah people power yang sebenarnya. Rakyat bersatu untuk menyatakan sikapnya, itulah people power. Bukan yang keras-keras, ngancam-ancam itu, bukan itu," jelas Mahfud.

Mahfud berpesan agar masyarakat bisa kembali menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia paska Pemilu 2019. Mahfud menilai bahwa Pemilu merupakan ajang rakyat bersatu padu untuk memilih pemimpin Indonesia dan wakil rakyat untuk lima tahun mendatang.

Pakar hukum tata negara ini meminta kepada rakyat agar tidak gampang terprovokasi dengan perang yang terjadi di media sosial (medsos). Menurutnya perang di medsos yang seakan-akan kondisi Indonesia sedang dalam kondisi yang panas adalah tidak benar.

"Saya monitor. Saya rasakan di DIY berjalan baik meski perbedaan tetap menyeruak juga. Tapi suasana kehidupan masyarakat berjalan baik. Jangan terprovokasi perang di medsos yang seakan-akan panas padahal kita itu tidak ada panas sama sekali. Biarkan proses berjalan sesuai dengan kalender konstitusi," tutup Mahfud. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini