Tim The Invictus dari Program Studi Administrasi Keuangan dan Perbankan, Program Pendidikan Vokasi, Universitas Indonesia (UI) sukses meraih prestasi gemilang. Mereka berhasil menyabet juara ketiga nasional dalam Kompetisi Credit Officer 2025. Kompetisi bergengsi ini diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Semarang dan menjadi ajang pembuktian kemampuan analis kredit muda di Indonesia.
Pengumuman kemenangan ini disampaikan pada 22 November, setelah serangkaian tahapan kompetisi yang berlangsung sejak 8 September hingga 11 November 2025. Prestasi ini secara langsung menyoroti kualitas pendidikan dan kesiapan praktik mahasiswa Vokasi UI dalam menghadapi tantangan industri perbankan. Kemenangan ini juga diapresiasi di kampus UI Depok, menunjukkan kebanggaan institusi atas pencapaian mahasiswanya.
Tim The Invictus beranggotakan Adrian Zulkarnain, Ilham Agung Pangestu, dan Florinda Inna Lichron N, yang menunjukkan determinasi luar biasa. Pencapaian ini tidak hanya membanggakan almamater, tetapi juga menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi. Mereka membuktikan bahwa pembelajaran di kelas dapat diterapkan secara nyata dalam konteks profesional yang kompetitif.
Advertisement
Advertisement
Keunggulan Analisis Kredit dan Profesionalisme Presentasi
Kompetisi Credit Officer 2025 menguji peserta dengan studi kasus kompleks terkait pengajuan kredit nasabah, yang kemudian harus dianalisis dan dipresentasikan. Penilaian didasarkan pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), memastikan bahwa peserta memiliki pemahaman mendalam tentang praktik perbankan yang berlaku. Sebanyak 33 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berpartisipasi dalam ajang ini, menjadikan pencapaian Vokasi UI semakin signifikan.
Tim The Invictus, yang berarti “tak terkalahkan”, menunjukkan semangat juang tinggi sejak awal kompetisi. Persiapan intensif menjadi kunci keberhasilan mereka, meliputi diskusi dengan mahasiswa tingkat atas yang berpengalaman, pendalaman materi kredit bersama dosen pembimbing, serta latihan pemecahan studi kasus. Mereka juga secara rutin melatih kemampuan presentasi profesional untuk memastikan penyampaian analisis yang efektif dan meyakinkan.
Presentasi dalam kompetisi ini tidak hanya dinilai berdasarkan ketepatan analisis data, tetapi juga profesionalisme penyampaian materi. Juri juga mengevaluasi kemampuan peserta dalam menjawab pertanyaan, efektivitas visualisasi data, serta pemahaman mendalam terhadap prinsip kehati-hatian (prudential banking). Adrian Zulkarnain, salah satu anggota tim, mengungkapkan rasa syukurnya, “Kami sangat bersyukur bisa membawa almamater UI di tingkat nasional. Prosesnya tidak mudah, tetapi semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami dan mahasiswa lainnya untuk terus berkembang.”
Advertisement
Advertisement
Kurikulum Vokasi UI Sebagai Fondasi Prestasi
Prestasi yang diraih oleh Tim The Invictus ini tidak lepas dari fondasi kurikulum yang kuat di Program Pendidikan Vokasi UI. Mata kuliah seperti Administrasi Kredit/Pembiayaan serta Pemantauan dan Evaluasi Kredit/Pembiayaan menjadi pilar utama dalam persiapan mereka. Kurikulum yang aplikatif dan berbasis praktik ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
Ketua Program Studi Administrasi Keuangan dan Perbankan, Vindaniar Yuristamanda Putri, yang juga merupakan dosen pembimbing tim, mengapresiasi pencapaian ini. “Prestasi ini menunjukkan bahwa pembelajaran di kelas mampu diterapkan secara nyata dalam konteks profesional. Kompetisi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Vokasi UI memiliki kemampuan analitis dan praktik yang kuat di bidang perbankan,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan relevansi dan kualitas pendidikan yang diberikan oleh Vokasi UI.
Pembelajaran yang berorientasi pada praktik membantu mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam situasi nyata. Hal ini sangat krusial dalam bidang perbankan yang menuntut ketelitian, analisis mendalam, dan pengambilan keputusan yang tepat. Dengan demikian, mahasiswa Vokasi UI dipersiapkan secara komprehensif untuk menghadapi tantangan di industri perbankan yang sesungguhnya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews