Mahasiswa di Sidoarjo Jajakan Anak di Bawah Umur secara Online

Selasa, 26 Januari 2021 22:31 Reporter : Erwin Yohanes
Mahasiswa di Sidoarjo Jajakan Anak di Bawah Umur secara Online Tersangka Prostitusi Online di Sidoarjo. ©2021 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Seorang mahasiswa bernama Angga Prayitno (21), warga Tambakrejo, Waru, Sidoarjo dibekuk satuan Siber Ditreskrimsus Polda Jatim lantaran menjajakan anak di bawah umur dalam prostitusi online. Pelaku ditangkap setelah ketahuan tim patroli Siber, menjajakan anak di bawah umur diberbagai jejaring media sosial (medsos) yang ada.

"Tersangka yang ditangkap ini warga Sidoarjo, penangkapan yang dilakukan hasil dari patroli Siber Ditreskrimsus Polda Jatim," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Selasa (26/1).

Wadir Reskrimsus Polda Jatim, AKBP Zulham Effendi menyebut, tersangka menjual korban kepada konsumen melalui media sosial (facebook) atas nama grup 'Cewek Include Surabaya Sidoarjo' dan grup (whatsapp) atas nama 'Beragam Kreasi JATIM'. Sampai saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut, lantaran disinyalir korban tidak hanya satu orang.

"Dari patroli Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, ditemukan chat prostitusi di media sosial (WA) dan (FB). Dari situ polisi akhirnya mengamankan tersangka di rumahnya," ujarnya.

Sementara itu, tarif yang ditawarkan oleh mucikari ini bervariatif, mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 2 juta. Sedangkan untuk korban yang dijual ke konsumen ini diketahui masih di bawah umur atau berusia 15 tahun.

Terkait dengan modus, tersangka menawarkan anak di bawah umur itu dengan mengirimkan foto kepada konsumen. Jika deal harga dengan konsumen, selanjutnya akan disepakati lokasi eksekusi.

"Tarif yang ditawarkan ini bervariatif, mulai dari Rp 500 ribu-Rp 2 juta, tersangka sendiri menawarkan korban melalui whatsapp dengan mengirim foto korban ke konsumen. Jika deal harga, maka tersangka mengantar korban," tambahnya.

Zulham menyebut, tersangka dan korban memang sudah saling mengenal. Sehingga, hal itu mempermudah tersangka untuk beroperasi menjajakan korban pada para pria hidung belang.

Sementara itu, terkait barang bukti yang diamankan oleh polisi antara lain, satu buah handphone milik tersangka, dan copy hasil percakapan tersangka dengan pelanggan melalui chat whatsapp.

Tersangka sendiri akan dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda Rp 1 miliar. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Prostitusi
  3. Prostitusi Online
  4. Sidoarjo
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini