Luncurkan 'Si Loko', PT KAI ingin lebih dekat dengan publik
Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaunching maskot baru 'Si Loko' di perayaan hari jadinya yang ke-68. Maskot baru itu diharapkan menjadi perekat antara PT KAI dengan masyarakat.
Vice Presiden Daop IV Semarang Totok Suryono mengungkapkan, 'Si Loko' merupakan tokoh imajiner dengan bentuk kepala kotak. Maskot yang sudah dibuat dalam bentuk boneka ini merupakan salah satu sarana guna memasyarakatkan jasa perkeretaapian sehingga bisa lebih dekat dengan publik.
"Masyarakat diharapkan menjadi satu bagian dari kereta api," tegasnya ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (27/9).
Kereta api khususnya lokomotif, diakui Totok, dari segi motif dan bentuk kerap menjadi ikon, tokoh maupun sosok yang disenangi anak-anak.
"Kita ingin tanamkan kecintaan terhadap kereta api. Tahun 2013 kita sudah tidak ada kereta api yang tidak ber-ac," ungkapnya.
Menurutnya, jumlah penumpang ke depan harus sesuai kursi, toilet dalam kondisi ramah lingkungan dan kotoran tidak langsung turun ke jalur rel kereta api.
"Bahkan paling baru adalah aplikasi pemesanan tiket melalui smartphone," jelasnya.
Sementara itu, Manajer Humas Daop IV Semarang, Sapto Hartoyo menjelaskan, terkait program HUT ke-68, PT KAI Daop IV Semarang menyerahkan bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada tujuh lembaga khususnya pondok pesantren di Jawa Tengah.
Bantuan, dengan nilai Rp 97,6 juta diserahkan Vice President Totok Suryono di Kantor Daop IV, Jalan Thamrin. Selain pemberian CSR, perusahaan jasa transportasi pelat merah tersebut juga melakukan ziarah ke makam pahlawan di kompleks makam pahlawan Giri Tunggal.
"Harapanya CSR walau tidak begitu besar bisa bermanfaat untuk lembaga pendidikan tersebut. Dengan sumbangsih ini, KAI berharap punya kontribusi nyata khususnya ke lembaga pendidikan di Jawa Tengah," tuturnya. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya