Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lumpuh 5 tahun, Humaida dirujuk ke Samarinda diiringi isak tangis

Lumpuh 5 tahun, Humaida dirujuk ke Samarinda diiringi isak tangis Humaida dibawa ke Samarinda. ©2016 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Humaida (46), warga Kuaro Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, dirujuk ke RSUD AW Syachranie Samarinda, Selasa (1/11) sore. Dia bakal menjalani perawatan lanjutan medis RSUD AW Syachranie dengan tanggungan Pemprov Kalimantan Timur, sesuai instruksi Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak.

Humaida meninggalkan RSUD Panglima Sebaya Paser sekitar pukul 16.00 WITA dan didampingi putra sulungnya, Januar As Ari (25) dan suami Humaida, Abdul Muntolib (51). Sementara 4 adik Januar harus tinggal di rumah.

"Kami tadi mampir ke rumah, ibu pergi ke Samarinda diiringi tangis adik-adik saya," kata Januar kepada merdeka.com, Selasa (1/11).

Berbekal surat disposisi Gubernur Kalimantan Timur yang didapat Senin (31/1) kemarin, perjuangan Januar untuk memohon bantuan Pemda Kabupaten Paser belum berbuah hasil. Meski dia menemui langsung Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi.

"Untuk biaya, Pemda tidak bisa membantu, karena sedang defisit. Saya langsung bertemu Pak Bupati. Donatur juga tidak ada. Ya, saya bisa memaklumi itu," ungkap Januar.

Perjalanan dari Paser ke Samarinda menempuh jalan darat dan menyeberangi laut. Dari Paser, perjalanan dilakukan tidak kurang 2 jam ke kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), kemudian menyeberang menggunakan kapal ferry ke Balikpapan tidak kurang 1 jam.

Dari Balikpapan, lantas perjalanan dilanjutkan ke Samarinda dan memakan waktu 3 jam perjalanan. "Diperkirakan malam ini tiba di Samarinda," terang Januar.

Diketahui, Humaida mengalami kelumpuhan sejak 2011 lalu pascakelahiran anak kelimanya, di klinik milik DPD Muhammadiyah di kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Padahal, empat anak sebelumnya lahir normal. Pihak keluarga memilih menahan diri untuk tidak bersuara ke publik bertahun-tahun.

Pengobatan Humaida telah menghabiskan uangnya dan masuk perawatan medis RSUD Panglima Sebaya Paser, berdasarkan surat keterangan tidak mampu (SKTM). Anak Humaida, Januar As Ari, berjuang mencari keadilan dan kejelasan penyebab ibunya jatuh lumpuh bertahun-tahun.

Sekian tahun, muncul rencana keluarga untuk mengakhiri ujian ini dengan cara suntik mati Humaida, yang akan diajukan ke Mahkamah Agung. (mdk/sho)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP