Luhut Soal Keributan di Debat Capres: Muka Saya Kan Muka Kenceng

Selasa, 19 Februari 2019 19:05 Reporter : Dwi Aditya Putra
Luhut Soal Keributan di Debat Capres: Muka Saya Kan Muka Kenceng Luhut dan DPR Kumpul Bahas Mobil Listrik. ©2018 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Terjadi ketegangan antara pendukung Jokowi dan Prabowo di debat capres kedua pada Minggu 17 Februari kemarin. Dalam ketegangan itu, tampak salah satu pendukung Jokowi, Luhut Binsar Pandjaitan marah.

Menanggapi itu, Luhut yang juga Menko Kemaritiman menjelaskan kejadian sebenarnya. Menurut dia, ketegangan yang terjadi tak seperti yang digambarkan dalam video.

Luhut hanya meminta kubu BPN Prabowo-Sandiaga untuk tetap tenang pasca pernyataan Jokowi yang dianggap menyerang Prabowo.

"Ndak ada yang terjadi apa-apa biasa biasa saja. Iya (kita) mencegah lah tenang-tenang lah kalian gitu saja," kata Luhut saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Selasa (19/2).

luhut marah di debat capres ©2019 Merdeka.com/istimewa


Seperti diketahui, kubu Prabowo-Sandiaga sempat mendatangi KPU saat debat kedua capres berlangsung. Mereka protes keras karena Jokowi mengungkap lahan ratusan ribu hektare milik Prabowo di Kalimantan dan Aceh.

Menko Luhut juga meluruskan, dalam kejadian itu dirinya tidak sama sekali marah atas protes yang dilakukan BPN. Dia hanya ingin suasana di dalam ruang debat dapat berjalan aman.

"Ndak juga, enggak ada suara saya keras kok, enggak ada, yang lain dengar mana yang dengar saya ngomong? Muka saya kan muka kenceng," pungkasnya.

luhut marah di debat capres ©2019 Merdeka.com/istimewa


Sebelumnya, Juru Bicara BPN Ferdinand Hutahaean mendatangi para komisioner KPU yang duduk di arena debat di Hotel Sultan. Jokowi dianggap melanggar aturan karena menyerang pribadi.

"Ya betul, saat itu saya mengajukan protes keras kepada KPU dan Bawaslu untuk menegur Jokowi secara terbuka dan mengingatkan bahwa Jokowi salah melanggar aturan dan tata tertib debat, yang tidak membolehkan dan menyerang pribadi," ucap juru bicara BPN Ferdinand Hutahaean, Senin (18/2).

Dia menuturkan, perbuatan protesnya sempat ditenangkan oleh Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, yang hadir juga di sana. Dirinya mengklaim KPU dan Bawaslu seakan tak berani untuk menegur Jokowi secara langsung.

"KPU dan Bawaslu sepertinya tidak berani dan saya tetap keras. Akhirnya Luhut yang duduk di kursi mencoba menenangkan saya, sembari berkata sudah Fer, sudah Fer. Luhut mencoba meredam marah saya ketika itu," ungkap Ferdinand.

Dia menghormati apa yang disampaikan Luhut. Namun, itu tak membuatnya tenang, dan bahkan BPN ingin memboikot debat.

"Saya hormati Luhut, tapi posisi saya sedang memperjuangkan demokrasi. Maka saya tetap dengan sikap saya untuk protes, bahkan mengancam akan menghentikan debat dengan cara memboikot," jelas Ferdinand. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini