Luhut optimis Indonesia aman karhutla pada tahun 2016

Jumat, 11 Maret 2016 18:35 Reporter : Faiq Hidayat
Luhut optimis Indonesia aman karhutla pada tahun 2016 Ilustrasi Kebakaran Hutan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengaku optimistis kondisi di Indonesia akan lebih aman dari ancaman kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) pada tahun 2016 ini. Pemerintah juga telah menginstruksikan agar TNI dan Kepolisian siap siaga terhadap ancaman Karlahut.

"Terjadinya kebakaran masih sulit dikontrol, tetapi kondisi saat ini akan lebih baik dari tahun lalu," kata Luhut di Jakarta, Jumat (11/3).

Menurut Luhut, kebakaran hutan berdampak kehidupan masyarakat di Indonesia sehingga perlu diantisipasi agar tidak berulang kembali. Dia menjelaskan, saat ini berbagai pihak telah berpartisipasi mencegah karlahut. Salah satunya adalah Fire Free Alliance (FFA) yang diinisiasi oleh lima pihak, yaitu oleh APRIL Group, Asian Agri, IDH, Musim Mas, PM Haze, Rumah Pohon, dan Wilmar.

"FFA ini ada untuk membantu memastikan pencegahan karhutla," ujar Luhut.

Lanjut dia, beberapa pihak dari perusahaan kehutanan dan perkebunan, NGO, dan pihak lainnya mengumumkan formasi FFA, sebuah wadah multi stakeholder yang secara sukarela membantu memberikan solusi untuk pencegahan karhutla di Indonesia. Anggota FFA telah berkomitmen untuk bekerjasama dan berbagi pengetahuan, informasi, potensi, dan sumber daya untuk menggulirkan inisiatif pencegahan karhutla berdasarkan Program Desa Bebas Api, yang pertama kali digulirkan APRIL Group. "Program ini juga memperkuat pengawasan, deteksi, dan pemadaman karhutla," kata dia.

Dia juga menambahkan, kebakaran di lahan gambut hanya bisa dipadamkan oleh hujan lebat. Sedangkan upaya-upaya pemadaman akan sangat sulit dan menelan biaya sangat besar. Salah satu upaya pemerintah adalah membangun canal blocking dan terbukti efektif.

Sementara itu, Direktur Royal Golden Eagle, holding yang menaungi APRIL Group, Anderson Tanoto menjelaskan, FFA merupakan upaya untuk merangkul banyak pihak untuk bersama-sama mencegah karlahut. Sebab, pemadaman jauh lebih mahal dibanding pencegahan. "Kalau saat kemarau kita bersama-sama memadamkan api. Tetapi saat musim hujan orang lupa," kata Anderson.

Program Desa Bebas Api terbukti efektif mencegah karlahut. Pada 2013 luas kebakaran di sekitar konsesi April mencapai lebih dari 1.000 hektare (ha). Pada 2015 luas karlahut turun menjadi kurang dari 50 ha. Melalui FFA, Program Desa Bebas Asap akan diimplementasikan oleh 60 desa.

"Ini yang memulai APRIL, tetapi ini program (semua) perusahaan. Kami siap bermitra dengan perusahaan lain," kata dia.

Pihaknya juga menyambut baik pencanangan periode darurat kebakaran oleh Pemerintah Provinsi Riau karena menunjukkan daerah tersebut lebih siap dalam mengantisipasi karlahut. [ang]

Baca juga:

Kejati Riau menerima sprindik korporasi kasus kebakaran lahan Inhu

10 Titik panas terdeteksi di Kutai Timur dan Kutai Kartanegara

TNI AU kerahkan pesawat tempur pantau kebakaran hutan di Riau

Cegah kebakaran hutan, pemerintah diminta menata kepemilikan lahan

Ketahuan membakar sisa ilalang, petani di Pelalawan ditangkap

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini