LPSK Keluarkan Perlindungan Darurat untuk Bharada E

Jumat, 12 Agustus 2022 22:40 Reporter : Rahmat Baihaqi
LPSK Keluarkan Perlindungan Darurat untuk Bharada E Bharada E Usai Menjalani Pemeriksaaan Komnas HAM. ©2022 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah memberikan perlindungan darurat untuk Bharada Richard Eliezer alias Bharada E. Keputusan tersebut diambil untuk melindungi Bharada E dari hal-hal yang berbahaya baginya hingga pengadilan nanti.

Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo mengatakan, pengambilan keputusan tersebut karena Bharada E sudah memenuhi syarat untuk menjadi Justice Collaborator usai melakukan tes assessement.

"Iya dan hari ini sore ini, tadi pimpinan memutuskan ya itu tujuh orang pimpinan LPSK memutuskan untuk memberikan perlindungan darurat kepada Bharada E,” katanya di Jakarta, Jumat (12/8).

2 dari 3 halaman

Dia menjelaskan, perlindungan darurat diberikan apabila seseorang sedang terancam jiwanya pada suatu tindak pidana.

"Yang kedua kalau proses hukumnya sudah berjalan dan dia perlu segera mendapat pendampingan dari LPSK di setiap proses itu, itu bisa diberikan perlindungan darurat," tambahnya.

Bharada E tetap akan ditahan di rutan Bareskrim, Hasto mengungkapkan, LPSK akan berkordinasi mengenai metode cara perlindungan tersebut.

"Tetapi LPSK menempatkan tenaga pengawalan kepada yang bersangkutan secara 24 jam di Bareskrim," imbuhnya.

3 dari 3 halaman

Meskipun telah membuat keputusan tersebut, LPSK masih memerlukan keputusan secara formal. Keputusan tersebut akan dibahas dalam rapat paripurna yang akan diselenggarakan.

"Dalam waktu paling cepat rapat paripurna itu diadakan ini akan segera diputuskan, saya kira hari senin kalau keputusan rapat paripurna," ungkapnya.

Sebelumnya, Tim kuasa hukum Bharada Richard Eliezer atau Bharada E mendatangi kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Adapun kehadirannya terkait untuk mengajukan permohonan perlindungan terhadap kliennya Bharada Richard Eliezer.

"Kami berharap dapat bertemu pimpinan LPSK untuk mengajukan permohonan perlindungan saksi ke Bharada E," ucap Diolipa Yumara di kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (8/8).

Selain itu ia juga meyakini bahwa dalam pembunuhan Brigadir J ada tersangka lain selain kliennya Bharada E yang tertuang pada pasal 338 KUHP Juncto 55 dan 56 KUHP.

"Dalam konteks ini tentunya ada pelaku yang lebih besar terhadap atau ada pelaku utama yg melakukan tindak pidana," jelas Deolipa.

Ia bahkan mengungkapkan, kliennya merasa siap untuk menjadi Justice Collaborator usai melalui banyak pembicaraan dengan pengacara barunya.

"Jadi untuk kepentingan membuka dan membuat terang ini persoalan termasuk pelaku utamanya Bharada E dengan rasa plong, hati yang matang kesiapannya untuk menjadi JC," tuturnya. [fik]

Baca juga:
Laporan Pelecehan Istri Ferdy Sambo Dibuat untuk Kaburkan Fakta Pembunuhan Brigadir J
Polri: Pembunuhan Berencana Brigadir J Jawab Laporan Pelecehan Istri Ferdy Sambo
Polri Hentikan Laporan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Istri Ferdy Sambo
Ferdy Sambo Akui Jadi Aktor Intelektual Pembunuhan Brigadir J
Polri Masih Rahasiakan Motif Kasus Irjen Ferdy Sambo, Ini Kata Jokowi
Pengacara Ferdy Sambo Bantah Sodorkan Amplop Cokelat Tebal ke LPSK

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini