Lompat Tembok Rutan Siak, Tahanan Gagal Kabur Karena Kaki Patah

Senin, 13 Mei 2019 00:03 Reporter : Merdeka
Lompat Tembok Rutan Siak, Tahanan Gagal Kabur Karena Kaki Patah Ilustrasi Penjara. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Ratusan tahanan dan narapidana memanfaatkan kerusuhan dan pembakaran Rutan Siak, Riau, untuk kabur. Sebagian berhasil kabur, saat ini ada 31 tahanan masih dicari.

Tapi ada juga tahanan yang gagal kabur meski sudah melewati tembok. Adalah Mulyadi, tahanan kasus narkoba yang berhasil memanjat tembok saat kerusuhan di Rutan Siak terjadi.

Namun dirinya tidak bisa bergerak lagi karena kakinya patah begitu menginjak tanah sisi luar tembok Rutan Siak.

Kaki Mulyadi patah karena terbentur keras akibat jatuh ketika menuruni tembok. Dia hanya bisa melihat puluhan tahanan lainnya berlarian ke arah hutan untuk menghindari kejaran petugas.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak dr Raja Toni Candra, tahanan itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Alfian. Mulyadi pun dirawat inap.

"Pengakuannya untuk menyelamatkan diri dari kobaran api, jadi jatuh ketika memanjat tembok," ucap Toni, Sabtu (11/5).

Toni menduga tahanan yang berhasil kabur juga mengalami luka ketika memanjat tembok. Hanya saja kemungkinan tahanan lain mengalami patah kaki seperti Mulyadi, sangat kecil.

"Kalau luka-luka mungkin ada karena tidak bisa lari kalau kakinya patah," terang Toni.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Siak masih menyediakan ambulance di Rutan Siak. Hal ini sebagai antisipasi jika ada tahanan kabur tertangkap dan perlu perawatan medis.

Sumber: Liputan6.com [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini