Lokasi Penyu Mati Akibat Makan Plastik di Kulonprogo Dipenuhi Sampah

Sabtu, 15 Desember 2018 17:00 Reporter : Purnomo Edi
Lokasi Penyu Mati Akibat Makan Plastik di Kulonprogo Dipenuhi Sampah Bangkai penyu yang perutnya berisi plastik di Kulon Progo. ©BAMBANG TRIATMOJO/WWI KULONPROGO/via REUTERS

Merdeka.com - Seekor penyu berjenis Lekang ditemukan mati di kawasan Pantai Congot, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, DIY. Penyu mati ini ditemukan oleh pemancing yang tengah mencari ikan, Minggu (9/12) sore. Bersama para aktivis dari Wild Water Indonesia (WWI) Kulonprogo, penyu ini kemudian dikuburkan pada Senin (10/12).

Aktivis WWI Kulonprogo, Hary Hermanto mengatakan penyu di Pantai Congot ditemukan di dekat menara yang berjarak 200 meter dari bibir pantai. Saat ditemukan, penyu itu sudah dalam keadaan mati.

"Kami perkirakan sudah mati sejak dua hari sebelum ditemukan. Kemudian penyu itu mati dalam keadaan terendam air laut dan akhirnya hanyut terbawa ombak ke pantai," ujar Hary saat dihubungi, Sabtu (15/12).

Hary menuturkan saat ditemukan kondisi penyu sudah membusuk. "Kondisinya sudah membusuk. Kalau penyunya ya kira-kira berukuran diameternya 40 cm," urai Hary.

Hary menyebut selain dalam kondisi membusuk, penyu yang mati itu juga dalam keadaan mengenaskan karena dipenuhi oleh plastik. Bahkan dari lubang pembuangan (dubur) penyu itu pun keluar plastik.

"Ada plastik yang keluar dari lubang pembuangan penyu. Plastiknya warna putih seperti kresek. Kalau saya menduga matinya karena plastik," ungkap Hary.

Hary menerangkan jika di kawasan sekitar pesisir Pantai Selatan memang banyak sampah plastik. Hal ini dirasakan Hary dan rekan-rekannya dari WWI saat memancing.

"Memang banyak plastiknya di sekitar pantai. Saya dan teman-teman kalau mancing sering sekali malah dapat plastik daripada ikan," tutup Hary. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini