Lokalisasi Bangunsari ditutup, eks PSK beralih profesi

Minggu, 17 November 2013 01:04 Reporter : Moch. Andriansyah
Lokalisasi Bangunsari ditutup, eks PSK beralih profesi Eks PSK alih profesi. ©2013 Merdeka.com/Moch Adriansyah

Merdeka.com - Hidup tidak hanya bergantung dari bisnis prostitusi, tapi bisa dengan usaha halal. Mantan Pekerja Seks Komersial (PSK) lokalisasi Bangunsari, Surabaya, Jawa Timur telah membuktikan diri.

Alih profesi yang kini dijalani para eks PSK pasca-penutupan lokalisasi Bangunsari, ternyata lebih menguntungkan dan membawa berkah. Dan hari ini, Sabtu (16/11), mereka menggelar bazar makanan gratis buatan sendiri di Balai RW 04, Bangunsari. Produk makanan itu di antaranya, bakso, pangsit mie, gado-gado dan produk-produk makanan lainnya.

Pada acara bertema "Silaturahmi Penguatan Komunitas Dupak Bangunsari Pasca Penutupan Lokalisasi" itu, hadir Sekretaris Majelis Ulama (MUI) Jawa Timur, M Yunus, Ketua Ikatan Dai Area Lokalisasi (Idial) Jawa Timur, Sunarto, seluruh perangkat kampung, pihak kepolisan dan Korem Baskara, Surabaya.

"Ini merupakan bentuk tanggung jawab semua komponen untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan pasca penutupan lokalisasi. Para PSK yang sudah di pulangkan dan diberi keterampilan melalui pembinaan, tidak hanya dilepas begitu saja setelah penutupan lokalisasi, tapi terus diberdayakan agar bisa mandiri," beber M Yunus di sela acara.

Dengan terus melakukan pendampingan, lanjut dia, mereka (eks PSK Bangunsari) tidak merasa ditinggalkan. "Untuk yang dari Surabaya kita bina kita karyakan dengan bisa menciptakan lapangan kerja yang halal, sementara yang di luar daerah, kita panggil untuk terus mengembangkan hasil-hasil karyanya," katanya.

Selain itu, kata dia, ada pembinaan Jalin Kesra dari pemerintah daerah. "Gubernur Jawa Timur, Soekarwo juga terus melakukan pem-back up, beliau membantu masalah peminjaman modal usaha di bank dengan angsuran yang meringankan," katanya.

"Kita juga menjalin kerja sama dengan pengusaha-pengusaha sepatu, sandal dan pengelola home industri untuk ikut melakukan pembinaan, sehingga para mantan PSK makin bisa mengembangkan diri," sambung dia.

Seperti diketahui, pasca-penutupan lokalisasi Bangunsari, Pemkot Surabaya mengoptimalkan rumah produksi makanan. Kegigihan para eks PSK untuk mengembangkan usaha itu, menuai hasil yang cukup memuaskan.

Omzet dari produksi makanan olahan di eks lokalisasi Bangunsari itu cukup fantastis. Setiap bulannya mampu meraup keuntungan rata-rata Rp 10 juta.

Baca Juga:

Risma: Saya pasti bisa menutup Gang Dolly

Sejarah Gang Dolly sampai terbesar di Asia Tenggara

Kerja apa penghuni Dolly setelah ditutup?

Berapa perputaran uang di Dolly dalam semalam?

Diimingi gaji tinggi, 7 kembang desa nyaris dijual ke Malaysia [tyo]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Prostitusi
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini