Lima Rumah Ambruk Usai Longsor di Kutai Kartanegara
Merdeka.com - Badan jalan longsor nyaris memutus poros Sangasanga menuju Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, siang tadi. Dilaporkan, sampai sore ini, 5 rumah ambruk tertimbun longsor.
Keterangan diperoleh, badan jalan yang berlokasi di RT 09 kelurahan Kampung Jawa, kecamatan Sangasanga itu, sekira pukul 14.00 Wita. Empat rumah ikut ambruk. Peristiwa itu, membuat warga terkejut.
"Masih longsor lagi, 1 rumah lagi ambruk (pukul 17.25 Wita). Jadi, sudah 5 rumah ambruk karena tanah terus bergerak," kata salah seorang relawan kebencanaan, Sugiharto, dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (29/11) sore.
Di lokasi, sempat tersiar kabar ada 1 korban warga ikut tertimbun. Namun dipastikan, kabar itu tidak benar. "Iya, sempat dikabarkan ada korban warga. Tapi sudah aman, selamat. Tidak ada korban warga," ujarnya.
Sejauh ini, alat berat belum dikerahkan untuk menangani longsoran tanah yang menggerus badan jalan. "Karena tanah terus bergerak. Ada imbauan dari Pak Kapolsek kepada perusahaan, untuk menyediakan penampungan sementara warga yang mengungsi," sebut Sugiharto.
Muncul dugaan, longsoran tanah dan badan jalan itu, disebabkan adanya aktivitas galian tambang batubara yang mendekati rumah warga, sehingga rumah warga ambruk. "Memang, memang ada galian tambang batubara di sekitarnya. Di bawah, ada pasir dan lumpur. Makanya, tanah terus bergerak," ujar Sugiharto.
Dikonfirmasi merdeka.com, Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Anwar Haidar membenarkan peristiwa jalan longsor tersebut. "Benar. Kejadian jam 2 siang tadi. Ada 4 rumah (ambruk) di poros Sangasanga ke Muara Jawa," kata Haidar.
Menanggapi kabar longsornya badan jalan itu diduga akibat aktivitas tambang batubara di sekitar rumah warga sehingga tanah menjadi labil, polisi belum bisa menyimpulkan. "Kita belum bisa simpulkan sebabnya. Yang jelas, kontur tanah berpasir. Untuk korban, tidak ada korban," tutup Haidar.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya