Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lewati batas waktu, aksi lilin di Bandung dibubarkan polisi

Lewati batas waktu, aksi lilin di Bandung dibubarkan polisi Aksi nyalakan lilin warga Bandung. ©2017 Merdeka.com/Andrian Salam

Merdeka.com - Massa dari warga Bandung berbondong-bondong berkumpul di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Mereka kompak membawa lilin mengusung pesan kedamaian untuk negara Indonesia. Aksi itu akhirnya dibubarkan paksa kepolisian.

Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo menjelaskan, masa aksi terpaksa dibubarkan karena melewati batas waktu dari pemberitahuan. "Dari pemberitahuan, mereka menyampaikan aspirasi sampai pukul 18.30. Karena sudah melewati batas, maka dari Polrestabes mengimbau untuk pulang," kata Hendro di lokasi, Selasa (13/5).

Pembubaran tersebut berjalan dengan tertib tanpa ada perlawanan maupun gesekan. Mereka perlahan mulai membubarkan diri.

Massa itu mulai berdatangan mulai pukul 17.30 WIB. Mereka terus memadati depan kantor Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. Kendaraan tak dapat melintas di area tersebut. Pantauan merdeka.com pukul 18.00 WIB, warga mulai menyalakan lilin beralaskan air kemasan gelas.

Massa yang memenuhi kawasan tersebut dikomandoi seorang pria dari mobil bak terbuka. Di awal kegiatan, ribuan warga menyanyikan lagu-lagu nasional seperti Indonesia Raya, Indonesia Pusaka, dan Halo-halo Bandung. Pesan-pesan perdamaian disampaikan melalui beberapa poster, misalnya 'Save NKRI'

Koordinator Lapangan kegiatan tersebut, Tobing Jr mengatakan, kegiatan itu digelar atas dasar keprihatinan masalah sosial dan politik di Tanah Air. Dengan gerakan-gerakan sosial inilah pihaknya ingin menunjukkan bahwa masih ada peduli dengan Indonesia.

"Karena kita tahu ada usaha memecah belah bangsa, disintegrasi upaya pingin menunjuakkan agamanya lebih dari agama lain menunjukkan sukunya lebih dari suku yang lain. Kita prihatin," kata Tobing di sela aksi.

Terkait aksi di daerah lain merujuk pada kasus Ahok, Tobing menyatakan bahwa aksinya bukan mendukung pada perorangan. Apalagi kehadiran peserta aksi menurutnya berasal dari lintas agama.

"Kalau dibeberapa kota lain kan ada pro Ahok, kita enggak, kita enggak begitu. Ini karena kita masih peduli bangsa ini," terangnya.

Aksi damai itu kemudian sekitar pukul 18.30 WIB mulai ditinggalkan pesertanya. Namun beberapa orang masih ada yang bertahan. Pantauan merdeka.com, massa mulai dibubarkan kepolisian sejak pukul 19.00 WIB‎. Pembubaran dilakukan secara preventif kepolisian dengan meniupkan peluit. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP