KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Lewat jalur selatan, Sukhoi Superjet 100 dikira pesawat tempur

Selasa, 18 Desember 2012 14:06 Reporter : Eko Prasetya
pencarian korban sukhoi. REUTERS / Beawiharta

Merdeka.com - Pesawat Sukhoi Jet 100 memilih terbang di jalur selatan Gunung Salak, saat melakukan joy flight sebelum akhirnya menabrak tebing dan jatuh ke jurang. Padahal jalur ini jarang digunakan oleh pesawat terbang komersil.

"Karena daerah selatan bukan daerah dipantau," kata Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Tatang Kurniadi, dalam jumpa pers di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (18/12).

Tatang menjelaskan, umumnya pesawat komersil yang melintas di daerah Bogor menggunakan jalur barat dan timur. Maka dari itu, petugas Air Traffic Control (ATC) Bandara Halim Perdanakusuma menduga burung besi buatan Rusia itu adalah pesawat milik TNI yang sedang berlatih. Sekadar diketahui, pesawat tempur latih milik TNI sebagian besar jenis Sukhoi.

"Nah dikira pesawat tempur yang lagi latihan. Karena pesawat ini belum ada di ATC," ungkapnya.

Dari segi geografis, sebenarnya jalur selatan Bogor aman digunakan untuk penerbangan. Pasca kejadian ini, pihaknya akan memberikan fokus perhatian pada jalur selatan agar ke depannya lebih sering dilalui pesawat komersil.

"Sebenarnya aman, tapi jarang dipakai komersil. Ke depan jalur selatan akan jadi perhatian utama," janji Tatang.

Hal lain yang jadi penyebab pesawat ini jatuh adalah pilot pesawat yang tidak menguasai medan. Dia menduga pilot pesawat tidak membaca peta hingga kawasan Bogor.

"Seharusnya sebelum berangkat pilot baca peta, tapi pilot itu tidak membaca karena dia jago. Tapi ternyata destruction menyebabkan keluar jalur," jelas Tatang.

Selain itu, monitor radar yang ada di bagian cockpit pesawat tidak menampilkan posisi ketinggian pesawat. Alhasil, pilot yang dikabarkan sibuk ngobrol saat menerbangkan pesawat tidak sadar banyak bukit-bukit di sekitarnya.

"Di kaca radar itu nggak ada peta Gunung Salak. (Radar) nggak terdeteksi ada gunung," ujar Tatang. [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.