Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lepas Bus Antikorupsi, Pimpinan KPK Ajak Masyarakat Berperan Cegah Korupsi

Lepas Bus Antikorupsi, Pimpinan KPK Ajak Masyarakat Berperan Cegah Korupsi Laode M Syarif. ©2018 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhamad Syarif melepaskan Bus Antikorupsi 2019. Bus Antikorupsi tahun ini mengangkat tema Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi.

Bus itu diperuntukkan sebagai wakil KPK untuk edukasi serta sosialisasi antikorupsi di daerah yang disinggahinya.

"Kampanye antikorupsi ini menggunakan media bus. Kegiatan Roadshow Bus KPK ini bertujuan untuk mengajak seluruh komponen masyarakat, terutama di kota-kota yang dilewati langsung Bus KPK, agar berperan aktif dalam upaya pencegahan korupsi dan pendidikan antikorupsi," kata Laode M Syarif, Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (21/6).

Di setiap daerah yang dilewatinya, mobil antikorupsi akan berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui berbagai program pencegahan korupsi. Baik itu yang diperuntukkan bagi pelajar, mahasiswa, calon anggota legislatif, pengurus DPD partai politik, aparatur daerah, komunitas, masyarakat sipil, pelaku usaha, UKM, hingga masyarakat umum.

"Kegiatan juga dirancang untuk membangun semangat dan budaya antikorupsi di masyarakat, sekaligus mensosialisasikan program-program antikorupsi KPK kepada masyarakat luas. Beragam pilihan kegiatan ditawarkan untuk mempererat keterlibatan masyarakat secara aktif sehingga merasakan kehadiran KPK secara langsung di tengah-tengah masyarakat," ujar Laode.

Laode menyampaikan, diagendakan bus ini akan menyambangi 28 kota atau kabupaten di Jawa dan Bali. Diperkirakan akan memakan waktu sepanjang empat bulan atau 15 minggu.

"KPK akan hadir di 28 kabupaten/kota dengan durasi 2-3 hari di masing-masing kota/kabupaten tersebut. Sejak diberangkatkan hari ini, Jumat, 21 Juni 2019, total waktu yang ditempuh adalah sebanyak 105 hari, atau selama kurang lebih 4 bulan atau 15 minggu, dengan jarak tempuh sekitar 2.821 kilometer," tuturnya.

Rencananya pelaksanaan kegiatan roadshow bus antikorupsi tersebut berkolaborasi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan juga melibatkan unsur Sekretariat Daerah, Polres/Polresta, Inspektorat, Dinas Pendidikan, Kantor Kemenag, DPRD, KPUD, Kesbangpol, Dinas Koperasi dan UKM, dan sebagainya di masing-masing daerah.

"KPK juga berkolaborasi dan bersinergi dengan komunitas dan perguruan tinggi setempat yang dilibatkan sebagai fasilitator selama kegiatan," ucapnya.

Sebenarnya KPK bukan kali pertama mengadakan roadshow bus antikorupsi. Tahu 2018 lalu, KPK juga menyelenggarakan hal yang semisal. Kala itu bus antikorupsi KPK berhasil menyambangi 11 kabupaten/kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Pada 2018, kegiatan Roadshow Bus KPK ini telah menjangkau 11 kabupaten/kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah, yaitu Indramayu, Kota Cirebon, Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Semarang, Kota Semarang, Klaten, Kota Magelang, Purbalingga, Ciamis, dan Kota Bandung," ucapnya.

"Tercatat kurang lebih 20.000 orang anggota masyarakat terlibat langsung dalam beragam program pencegahan korupsi di 11 kota tersebut," imbuhnya.

Reporter: Yopi MSumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP