Lebih dari 50 Siswa SMP di Depok Diduga Terjangkit Hepatitis A
Merdeka.com - Lebih dari 50 siswa di Depok terindikasi terserang virus Hepatitis A. Mereka adalah siswa SMPN 20 Depok. Kejadian ini diketahui pada awal pekan lalu, ketika siswa sedang upacara. Tiba-tiba banyak siswa yang merasa lemas secara bersamaan. Mereka kemudian dibawa ke ruang kesehatan.
"Kalau hanya satu atau dua orang mungkin biasa, anehnya ini sampai kurang lebih 50 orang. Kejadian itu, hampir bersamaan," kata Kepala SMPN 20, Komar, Rabu (20/11).
Awalnya, diduga para siswa itu hanya lemas karena belum sarapan. Namun keesokan harinya diketahui bahwa mereka tidak masuk sekolah.
"Hingga pada malam harinya, kami memperoleh kabar dari salah satu orang tua siswa yang mengatakan bahwa anaknya teridentifikasi mengalami Hepatitis A," ungkapnya.
Pihak sekolah lalu menghubungi Puskesmas. Keesokan harinya, personel Puskesmas datang ke sekolah untuk melakukan pendataan siswa yang tidak masuk sekolah (absen) karena terjangkit virus Hepatitis A.
"Jumat malam kami memperoleh informasi ada 15 - 17 siswa yang di rawat. Pada hari Sabtu dan Minggu, ternyata jumlahnya semakin bertambah hingga pada Hari Senin kemarin jumlah Total siswa yang dirawat mencapai 35 orang," benernya.
Dugaan Terjangkit Hepatitis A
Pada Senin (18/11) Dinas Kesehatan Kota Depok berkunjung dan mengambil sample darah. Mereka juga memeriksa kondisi kesehatan siswa secara keseluruhan. Dari hasil pemeriksaan kesehatan tubuh siswa, pihak medis menduga kuat siswa di SMPN 20 Depok terkena penyakit Hepatitis.
"Ini terlihat dari kondisi fisik siswa yang diperiksa, mereka lemas, mual, sering muntah, pada bagian dada sakit seperti di tonjok," ucapnya.
Dinas Kesehatan juga telah mengambil sample air dan jajanan dari kantin yang terletak di belakang sekolah. Seluruhnya dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan.
"Nanti setelah dua minggu, akan dikabarkan hasilnya seperti apa. Saat ini kami juga meminta Dinkes untuk melakukan sosialisasi kepada orang tua murid, perihal virus Hepatitis A," jelasnya.
Soal jumlah siswa yang tidak masuk ke sekolah semakin bertambah. Menurut Komar, total bisa mencapai 100 siswa.
"Jadi dari dari 22 kelas, ada 100 siswa yang tidak masuk. Ini tidak bisa kita kategorikan seluruhnya terjangkit (virus), karena ada yang memang sakit tetapi ada juga yang tidak boleh sekolah oleh orang tuanya karena takut ketularan," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya