Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kunjungi pesantren di Solo, Suhardi Alius bagi-bagi lampu

Kunjungi pesantren di Solo, Suhardi Alius bagi-bagi lampu Kepala BNPT datangi Komnas HAM. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bari ini membagikan lampu hemat energi ke sejumlah pondok pesantren di Kota Solo dan sekitarnya. Pembagian dipusatkan di Pesantren Ulul Albab, Polokarto, Sukoharjo, Jawa Tengah, dipimpin Kepala BNPT Komisaris Jenderal (Komjen) Suhardi Alius.

Suhardi Alius mengatakan lampu ruangan tersebut merupakan lampu hemat energi yang memiliki konsumsi daya cukup rendah. Dengan menggunakan lampu baru itu, pesantren bisa berhemat banyak. Lampu hemat energi berdaya 60 watt, misalnya, memiliki tingkat cahaya setara lampu 600 watt.

"Lampu yang kami bagikan ini sejumlah seribu paket. Kalau sebelumnya bayar listrik untuk lampu Rp 4 juta sebulan, bisa ditekan menjadi Rp 400 ribu per bulan," ujar Suhardi kepada wartawan di sela pembagian lampu di Pesantren Ulul Albab.

Dengan penghematan tersebut, lanjut Suhardi, anggaran pembayaran listrik bisa dialokasikan untuk kegiatan lain yang lebih produktif, semisal untuk modal usaha.

Lebih lanjut Suhardi mengatakan, pihaknya juga membuka peluang bagi pesantren yang ingin ikut memproduksi lampu hemat energi itu. Dia juga mengaku sudah melakukan komunikasi dengan penemu lampu tersebut.

"Silakan kalau ada yang mau produksi. Produsen lampu bermerek Limar itu juga telah menyanggupi untuk memberikan pelatihan kepada para santri " tandasnya.

Sementara itu penemu lampu Limar, Ujang Koswara menjelaskan bahwa satu paket lampu terdiri dari satu aki dan lima lampu. Aki tersebut hanya perlu disetrum dalam sebulan sekali.

"Pesantren mantinya juga mendapatkan peralatan untuk pengisian aki. Kami sudah menggandeng sebuah pesantren di Bandung untuk memproduksi lampu tersebut. Permintaannya cukup tinggi meski tidak kami jual bebas. Lampu buatan kami banyak dibeli oleh perusahaan untuk kegiatan corporate social responsibility," jelas dia.

Pemilihan lokasi pesantren di Sukoharjo, imbuh Suhardi, tidak terkait dengan gerakan radikalisme dan terorisme di daerah tersebut. Dia mengatakan, secara bertahap akan dibagikan di semua wilayah di Indonesia.

"Kasus radikalisme dan terorisme banyak disebabkan oleh kesenjangan sosial dan ekonomi. Penangkalnya antara lain adanya peningkatan kesejahteraan. Kami yakin dengan Program Pesantren Bersinar ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di lingkungan pesantren," tegasnya.

Selain Kota Solo dan sekitarnya, pembagian lampu yang sama juga dilakukan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat. (mdk/cob)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP