Kubu Jokowi sebut dugaan Waketum Gerindra soal aliran dana Meikarta ngawur

Selasa, 23 Oktober 2018 20:25 Reporter : Ahda Bayhaqi
Kubu Jokowi sebut dugaan Waketum Gerindra soal aliran dana Meikarta ngawur Abdul Kadir Karding. ©2018 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Tim Kampanye Nasional Capres Cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin membantah adanya aliran dana Meikarta untuk kampanye. Wakil Ketua Koalisi Indonesia Kerja Abdul Kadir Karding menilai, apa yang ditudingkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono itu kampanye hitam.

"Enggak ada hubungannya. Analisis ngawur dan asal ngomong. Saya mau tanya dasarnya ngomong itu apa. Saya kira dibuktikan dan dibuka ke publik saja. Itu termasuk black campaign," ujar Ketua DPP PKB itu ketika dikonfirmasi, Selasa (23/10).

Sementara itu, Juru Bicara Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga mengatakan terlalu jauh jika suap ke Pemkab Bekasi dikaitkan dengan tim kampanye daerah. Sebab, TKD Jawa Barat belum lama dibentuk.

"Kalau dikatakan urusan Bekasi itu terlalu jauh lah, itu malah menuduh itu, itu bisa kita singgung juga itu, itu kan urusan perizinan Bekasi. Soal TKD, sekarang Bekasi juga aktif juga masih baru ya, baru dilantik semua," kata politikus Perindo itu di Posko Cemara, Jakarta Pusat.

Apa yang diucapkan Ferry, menurutnya, tuduhan berat yang berkonsekuensi hukum. Arya menyebut gaya-gaya kampanye itu mirip yang dipakai layaknya zaman Orde Baru.

"Itu tuduhan berat itu, bisa bawa ke hukum juga. Boleh kampanye untuk mengkritisi, tapi tolong jangan sampai menuduh tidak benar. Itu kampanye hitam. Tapi kita tahu lah kawan kawan di sana, black campaign, hoaks dan sebagainya, ini kan gaya gaya Orde Baru," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ferry menduga ada aliran dana dari proyek Meikarta untuk kampanye pemenangan pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dugaan ini didasarkan pada posisi Bupati Bekasi Neneng Hasanah yang pernah tergabung dalam Timses Jokowi-Ma'ruf.

"Jadi yang kami inginkan KPK periksa Luhut, dan James. Kedua orang itu diduga terlibat kebijakan koorporasi untuk menyuap. Serta tim kampanye nasional Jokowi-Ma'aruf Amin juga klarifikasi keterlibatan Bu Neneng sebagai timses. Sebab dugaan awal uang itu digunakan untuk dana kampanye," kata Ferry saat ditemui di sela-sela pembekalan caleg Gerindra di UTC, Semarang, Selasa (23/10). [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini