Kuasa hukum korban sebut insiden intimidasi di CFD terencana dan dikendalikan
Merdeka.com - Kuasa Hukum korban intimidasi kelompok #2019GantiPresiden, Muannas Al Aidid berharap pemeriksaan terhadap CCTV segera dilakukan penyidik. Menurutnya, hal tersebut dapat membantah bahwa tuduhan peristiwa tersebut merupakan rekayasa.
Korban Susi Ferawati melaporkan peristiwa intimidasi ketika hari bebas kendaraan bermotor di Bundaran HI, Minggu (29/4), karena menggunakan kaos #DiaSibukKerja. Susi diperiksa untuk pertama kalinya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (4/5).
"Untuk memastikan sekaligus mematahkan tentang adanya skenario, sinetron sandiwara segala macem nanti mungkin Polda dalam waku dekat akan melakukan penyitaan terhadap CCTV," ujar Muannas usai menjalani pemeriksaan, Jumat (4/5).
Muannas menuding balik tuduhan rekayasa peristiwa intimidasi itu. Menurutnya, peristiwa tersebut diatur oleh kelompok gerakan ganti presiden melihat bagaimana video tersebut dibuat. Dia menduga bahwa video tersebut diambil oleh kelompok tersebut.
"Proses ini sebetulnya tergambar sangat jelas bahwa ada upaya yang dilakukan secara terencana dan sistematis. Dari proses menggeruduk, lalu ada yang menyiapkan kamera, ada yang mengucapkan dengan nada yang sama, hinaan cacian," terangnya.
Karena alasan tersebut, pihaknya menduga bahwa ada aktor intelektual dari gerakan tersebut. Muannas mendesak pihak kepolisian tidak hanya mengusut pelaku yang melakukan intimidasi, namun juga aktor intelektual dibalik penggerakan massa itu.
"Kita melihat proses itu sangat terencana, sistematis, terkesan memang ada yang mengendalikan. Dalam hukum itu dikenal dengan istilah aktor intelektual yang menggerakkan. Kami kira nanti proses penyelidikan pelaku bisa sampai pada sana, bukan hanya mengarah pada pelaku," ujarnya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya