KSP Sebut Larangan Memakai Masker Lawan Semangat Moderasi Beragama
Merdeka.com - Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan, Juri Ardiantoro mengatakan, insiden larangan penggunaan masker di Masjid Al Amanah Kota Bekasi membuat semangat moderasi beragama menjadi surut. Dia menilai moderasi beragama merupakan penguat dalam kehidupan bermasyarakat.
"Peristiwa di Masjid Al Amana Bekasi dimana pengurus tempat ibadah tersebut melarang jemaahnya menggunakan masker. Ini merupakan cara beragama yang melawan semangat moderasi beragama. Padahal moderasi beragama merupakan penguatan dan upaya menjaga karakter moderat di dalam kehidupan masyarakat," katanya saat memberikan paparan dalam acara kantor staf presiden (KSP) yang digelar secara daring, Selasa (4/5).
Dia mengatakan, moderasi beragama sebagai salah satu agenda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024. Hal tersebut menjadi isu yang selalu dihadapi dalam menjaga Indonesia sebagai negara plural dengan banyak agama di dalamnya.
"Agama harus bisa menjadi perekat bangsa," ujarnya.
Sementara itu Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) Rumadi Ahmad mengatakan moderasi beragama sebagai karakter keagamaan di Indonesia. Menurutnya, moderasi beragama merupakan cara beragama yang tidak berlebihan, tidak terlalu jauh ke kanan atau jauh ke kiri.
"Sehingga, hal tersebut menjadi karakter penting yang berkembang di Indonesia sebagai negara dengan mayoritas umat muslim," ungkapnya.
Tetapi dia menjelaskan moderasi beragama bukan hanya ditunjukkan bagi umat muslim saja. Tetapi kata dia semua agama.
"Perlu mendapat perlindungan sebagai warga negara," ungkapnya.
Untuk itu, Rumadi memaparkan setidaknya empat hal yang perlu diperkuat dalam moderasi beragama. Di antaranya melalui penguatan komitmen kebangsaan, penguatan toleransi, mengikis paham-paham keagamaan yang radikal, dan membentuk cara beragama yang ramah tradisi.
"Penguatan-penguatan itu, tengah diperjuangkan melalui RPJMN 2020-2024," tutupnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya