KSBSI tuding PT Agro Lestari Sentosa paksa kerja buruh NTT

Kamis, 29 Oktober 2015 11:37 Reporter : Marselinus Gual
KSBSI tuding PT Agro Lestari Sentosa paksa kerja buruh NTT Korwil KSBSI Kalimantan Tengah Karliansah. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Koordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalimantan Tengah, Karliansah menuding PT Agro Lestari Sentosa melakukan pemaksaan kerja terhadap buruh asal NTT yang kini terlantar semenjak di PHK oleh perusahaan itu dua bulan lalu.

Menurut dia, dari data yang diteliti KSBSI, perusahaan tidak melakukan pendataan secara baik dengan demikian dapat melakukan PHK sepihak.

"Mereka tidak didaftar supaya tidak ada daftar hukum. Mereka jadi korban pemberlakuan buruh gelap," ujar Karliansah kepada merdeka.com di tempat penampungan KSBSI, Jl. Badak, Kec. Dekan Raya, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (28/10).

Bentuk pemberlakuan buruh gelap itu, kata dia, terdapat dalam perlakuan perusahaan kelapa sawit itu kepada para buruh. Sebagian dari mereka di antaranya tidak memperoleh BPSJ kesehatan dan Jamsostek.

Selain itu, ketika melakukan pemogokan untuk menuntut hak mereka, perusahaan lantas memutuskan hubungan kerja secara sepihak (PHK).

"Ketika tuntut hak kita dibungkam. Kita mogok lalu dibilang mogok tidak sah lalu di PHK. Tidak diberikan surat PHK untuk dapatkan hak mereka," lanjut dia.

Hal yang disayangkan Karliansah adalah perlakuan polisi setempat. KSBSI sudah melaporkan kejadian itu kepada Polda Kalteng namun ketika dikonfirmasi Polda Kalteng mengaku belum mengantongi surat laporan itu.

"Laporan kami sudah sampai ke Polda Kalteng. Kami cek ternyata tidak ada laporan padahal ada tanda terima dan itu saya kasih tahu. Mereka foto copy kembali laporan kami. Kami duga ada orang yg bek up dari belakang perusahaan," papar dia.

Terkait itu, ia mendesak Disnaker Kabupaten Belu sebagai penyalur tenaga kerja agar melakukan investigasi atas kasus ini. Sebab selama ini juga perubahan telah banyak melakukan pelanggaran kerja.

"Disnaker harus melakukan investigasi atas laporan KSBSI. Ada laporan meninggal dunia dan pelanggaran kerja," pungkas dia. [ren]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Buruh
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini