Kronologi Ledakan Tambang Batu Bara di Sawahlunto

Jumat, 9 Desember 2022 15:27 Reporter : Bachtiarudin Alam
Kronologi Ledakan Tambang Batu Bara di Sawahlunto Ledakan Tambang di Sawahlunto. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Tambang batu bara yang berlokasi di PT Nusa Alam Lestari (NAL) Parambahan, Desa Salak, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, meledak. Data sementara, sebanyak enam orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo menjelaskan kronologi kejadian. Dia menyebut, ledakan tambang batu bara terjadi sekitar pukul 09.00 Wib.

"(Ledakan terjadi) sekitar pukul 09.00 Wib pada saat para pekerja lubang memulai aktivitas penambangan tambang dalam," jelasnya, Jumat (9/12).

Saat itu, Kepala Teknik Tambang (KTT) PT NAL bernama Dian Firdaus melihat adanya kepulan asap keluar dari lubang tambang diiringi letupan kecil.

"Pada saat itu, beberapa pekerja sudah ada yang masuk ke dalam lubang, selanjutnya KTT memerintahkan untuk melakukan pengecekan ke dalam lubang," jelas Dedi.

Sekitar pukul 10.15 Wib, Kapolres Sawahlunto AKBP Purwanto Hari Subekti mendatangi lokasi kecelakaan tambang IUP PT NAL untuk meninjau lokasi.

"Tindakan yang dilakukan, mendatangi TKP, mengamankan TKP, melakukan Pulbaket, membawa korban ke RS," terangnya.

Dedi kemudian menggambarkan kondisi bagian dalam tambang. Menurutnya, ditemukan adanya kandungan gas metan dan beberapa rongga reruntuhan akibat letupan yang terjadi di dalam tambang.

2 dari 2 halaman

Data Korban

Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan tambang batu bara di Sawahlunto, bertambah menjadi enam orang. Sebelumnya, tercatat empat orang meninggal dunia.

"Total korban 12 orang, 6 orang ditemukan dalam meninggal," kata Kepala Seksi Operasional Basarnas Padang, Octavianto saat dihubungi merdeka.com, Jumat (9/12).

Octavianto mencatat, ada empat pekerja yang masih dalan proses pencarian. Sementara dua orang ditemukan dalam kondisi luka-luka. Korban luka-luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawahlunto.

"Dugaan sementara kebakaran yang memakan korban 12 orang tersebut diduga tingginya kadar gas Metana/Hidrokarbon (CH4)," jelasnya.

Octavianto mengatakan, satu tim dari Pos SAR Limapuluh Kota yang berisi 5 personel telah diterjunkan ke lokasi kejadian. Basarnas Padang juga sudah mengirimkan satu tim yang beranggotakan tujuh personel.

"Pencarian juga dibantu dari unsur Polri, TNI, Basarnas sendiri hingga masyarakat setempat," ujarnya. [tin]

Baca juga:
Data Basarnas Padang: 6 Pekerja Meninggal Dunia Akibat Ledakan Tambang di Sawahlunto
Ledakan Tambang di Sumbar, 6 Orang Masih Terjebak di Kedalaman 200 Meter
Tambang di Sawahlunto Meledak, 4 Pekerja Meninggal Dunia dan 6 Orang Tertimbun
Ismail Bolong Belum Diselidiki Soal Suap Tambang Ilegal ke Petinggi Polri
Meski Tidak Punya Tambang Mineral, Solo Dinilai Layak Jadi Kota Riset Teknologi

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini