KPU Sebut Purnomo Masih Bisa Maju di Pilkada Solo

Kamis, 7 November 2019 21:35 Reporter : Arie Sunaryo
KPU Sebut Purnomo Masih Bisa Maju di Pilkada Solo Gibran dan Achmad Purnomo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Menjelang Pilkada Solo 2020, nama Achmad Purnomo terus menjadi perbincangan hangat. Apalagi setelah muncul nama Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo. Keduanya digadang-gadang bisa berpasangan sebagai wali kota dan wali kota Solo ke depan.

Achmad Purnomo tercatat menjabat Wakil Wali Kota Solo selama dua periode. Banyak kalangan mengira dia tidak bisa lagi mencalonkan diri sebagai wakil wali kota. Namun sesuai aturan, dia bisa kembali menjabat. Pasalnya pada periode pertama, Purnomo menjabat tak sampai 2,5 tahun atau 30 bulan.

"PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) nomor 3 tahun 2017 menyatakan waktu menjabat di bawah 30 bulan tidak dihitung satu periode," ujar Komisioner Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Solo Kajad Pamuji, Kamis (7/11).

Menurut dia, di PKPU nomor 3 tahun 2017 memang persyaratan pemilihan tersebut tidak diperbolehkan dua periode. Dihitung dua periode ketika periode pertama 5 tahun dan kedua paling singkat 2,5 tahun, atau sebaliknya. Sementara Achmad Purnomo baru dilantik menjadi Wakil Wali Kota Solo pada 17 April 2013. Pada periode pertama, Purnomo menyelesaikan tugas pada 5 Agustus 2015.

"Kalau dihitung, beliau hanya menjabat 29 bulan, mungkin malah tidak sampai. Jadi menurut PKPU, beliau masih bisa mencalonkan lagi sebagai wakil wali kota," katanya.

1 dari 1 halaman

Wacana Pasangan Gibran-Purnomo Sebagai Jalan Tengah

Wacana memasangkan Gibran dengan Purnomo mengemuka setelah putra Presiden Joko Widodo tersebut menemui Megawati Soekarnoputri. Wacana tersebut sekaligus sebagai jalan tengah dalam rivalitas keduanya mendapatkan rekomendasi dari DPP PDIP. Bisa saja Gibran yang menjadi wali kota dan Purnomo wakilnya, atau sebaliknya.

Purnomo tak mau berandai-andai. Sebagai petugas partai, dia akan menunggu keputusan DPP dan mengembalikannya ke DPC Kota Solo. Dia tak mempermasalahkan jika harus dipasangkan dengan putra Presiden Joko Widodo itu. Syaratnya, posisinya sebagai calon wali kota dan Gibran sebagai wakil wali kota.

"Sebagai kader partai saya tidak ingin mendahului sebelum ada keputusan dari DPP. Saya tidak mencalonkan tapi dicalonkan sama Pak Teguh Prakosa. Jadi saya kembalikan lagi ke partai. Kalau partai mau memerintahkan terus, ya terus. Sekali lagi saya petugas partai," ujar Purnomo, Senin (4/11).

"Ya nanti kalau partai menugaskan (berpasangan) tidak apa-apa, ya terus. Kalau jangan ya tidak. Ikut keputusan partai nanti," kata Wakil Wali Kota Solo itu.

Namun, jika Purnomo diposisikan sebagai bakal calon wakil wali kota, dia punya pandangan sendiri. Dia akan terlebih dahulu berpikir.

"Kalau partai memerintahkan bagaimana baru saya mikir. Sekali lagi jangan mengandai-andai. Kalau partai meminta saya harus mau, saya mikir," tandasnya.

Senada, Gibran pun mengaku siap jika saja dipasangkan dengan Purnomo. Sebagai kader, suami Selvi Ananda itu akan tunduk kepada keputusan partai.

"Saya akan tunduk kepada keputusan partai. Iya harus siap (jika dipasangkan)," tutupnya. [cob]

Baca juga:
Para Pendukung Jokowi di Pilpres Kini Jadi Relawan Gibran
Perempuan Pengusaha Katering Bakal Ikut Ramaikan Pilkada Solo
Gibran Dipersilakan Daftar Bakal Calon Wali Kota Solo di PDIP Jateng
Purnomo Siap Dipasangkan Dengan Gibran, Syaratnya Jadi Calon Wali Kota
Blusukan, Gibran Bantu Air Bersih untuk Warga Solo yang Kekeringan
Profil Paundrakarna, Cucu Soekarno yang Diwacanakan Diduetkan dengan Gibran di Solo

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini