KPP Sarankan Jokowi Pilih Menteri yang Berkapasitas dan Loyal
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan merombak kabinet dalam waktu dekat. Komite Pedagang Pasar (KPP) sebagai relawan pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 mendukung hal tersebut. Salah satu yang menjadi sorotan adalah kinerja sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Mendukung Pak Jokowi rombak menteri, gantikan oleh orang yang mempunyai kapasitas, dedikasi dan loyal memajukan serta harus paling utama kepentingan negara Indonesia dan tidak ada kepentingan pribadi untuk mencari pundi pundi harta" kata Ketua Umum KPP Abdul Rosyid Arsyad dalam keterangannya, Selasa (30/4).
Rosyid juga mengusulkan beberapa komisaris serta direksi BUMN harus dirombak, dalam upaya penyegaran SDM yang profesional sesuai bidangnya dam mampu lebih memajukan negara Indonesia.
"Menteri harus dirombak, dan banyak komisaris serta direksi BUMN yang tak sesuai pada bidangnya. Jangan sampai salah memilih yang akibatnya berujung menghambat dan memperburuk citra Pak Jokowi," tegasnya.
Rosyid menyarankan Jokowi untuk selektif menempatkan orang dalam kabinet. "Saran kami tempatkan orang yang sesuai dan memang bidangnya baik yang mengisi posisi kabinet dan komisaris serta direksi BUMN," tutup Rosyid.
Sebelumnya, beredar sejumlah nama menteri Jokowi untuk periode kedua. Kendati daftar tersebut dibantah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, namun Menko Polhukam Wiranto tak menjawab lugas ihwal bakal adanya perombakan kabinet.
"Ditunggu saja. Nanti kan ada penjelasan Presiden tentang penilaian-penilaian beliau. Capaian apa yang sekarang ke depan nanti, membutuhkan satu tim seperti apa, Presiden saja nanti tanya," kata Wiranto di kantornya, Jakarta, Senin (29/4).
Saat ditegaskan kembali kabar itu, dia hanya menyampaikan sambil tersenyum. "Saya enggak dengar, tanya Presiden soal itu. Tetapi nanti akan banyak lagi simpang siur masalah, seperti tahun dulu juga begitu," tukasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya