Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kota Bekasi Sudah Habiskan 27 Ribu Rapid Test

Kota Bekasi Sudah Habiskan 27 Ribu Rapid Test Rapid test Covid-19. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat mengklaim telah menghabiskan sebanyak 27 ribu alat rapid test untuk mendeteksi penyebaran virus corona di wilayah setempat. Dengan banyaknya tes massal, pemerintah mengklaim bisa mengendalikan penularan virus tersebut.

"Tes massal pakai rapid masih berjalan. Kalau berhenti, ada orang sakit (positif) enggak tahu," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pada Jumat (12/6).

Menurut dia, 27 ribu rapid test dihabiskan untuk mengetes secara acak di lingkungan warga, perbatasan wilayah, pusat keramaian, fasilitas publik, hingga pasar tradisional.

"Di stadion setiap hari, sehari rata2 200-300. Itu gratis," kata dia.

Menurut dia, tes massal secara acak sudah melebihi target yait satu persen dari penduduk Kota Bekasi sebanyak 2,4 juta jiwa. Mengacu pada Korea Selatan, di sana tes massal yaitu 0,6 penduduknya.

"Rapid itu kemarin kita beli 7.000," kata dia.

Sekarang, kata dia, rasio penularan virus corona di Kota Bekasi dinilai sangat rendah. Hal ini kata dia, dapat dibuktikan dengan mendengar ahli. Data terakhir, rasio reproduksi virus yaitu 0,91 masih di bawah angka 1. Karena itu, dengan berbagai simulasi, aktivitas perekonomian tetap berjalan.

"Yang di mal dirapid, yang ditempat hiburan dirapid, di-swab. Sampai dengan saat ini sudah habis 3000 rapid. Yg reaktif belum ditemukan adanya kluster baru. Tetapi ada cluster malah dari rumah ke rumah," katanya.

Kasus baru itu, kata dia, dapat dikendalikan dengan melakukan pelacakan interaksi. Sampai hari ini, kata dia, jumlah kasus positif di Kota Bekasi sebanyak 13, sedangkan PDP 3 orang, ODP tidak ada.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP