Korban Sambaran Petir di Nias Selatan Bertambah Jadi 4 Nelayan

Minggu, 24 November 2019 13:46 Reporter : Yan Muhardiansyah
Korban Sambaran Petir di Nias Selatan Bertambah Jadi 4 Nelayan Evakuasi korban tewas akibat tersambar petir. Istimewa

Merdeka.com - Tiga di antara empat nelayan hilang usai tenggelamnya KM Restu Bundo yang tersambar petir di perairan Nias Selatan, Sumut, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Total sudah empat orang tewas dalam peristiwa ini, sementara seorang lainnya masih dalam pencarian.

Ketiga jenazah nelayan itu ditemukan tim SAR gabungan di perairan Labuhan Hiu, Pulau-Pulau Batu Timur, Nias Selatan, Sabtu (23/11) sekitar pukul 15.00 WIB.

"Ketiga korban yang ditemukan sudah tidak bisa dikenali lagi," kata Komandan Pos SAR Nias, Sukroadi Satrawijaya.

Dua nelayan yang selamat memperkirakan identitas ketiga jenazah itu adalah rekan mereka Meti (40), Dar (40), dan Suparman (40).

Ketiga korban langsung dievakuasi KAL I-2-04/MANSALAR menuju Pelabuhan Sambas, Sibolga. Dua korban selamat, Yanto (40) dan Jusran Hutahuruk (40) juga dibawa ke Sibolga.

KM Restu Bundo GT 5 terbakar dan tenggelam setelah tersambar petir di perairan sekitar Desa Labuhan Hiu, Kecamatan Pulau Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan pada Selasa (19/11). Di dalam kapal itu tedapat 7 nelayan, Yanto, Jusran, Ama Eno Zebua, Meti, Dar, Suparman, dan Hutabarat (50).

Sesaat setelah kapal tersambar petir dan terbakar, Yanto dan Jusran berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang ke pulau dengan bantuan jeriken. Sementara rekan mereka Ama Eno Zebua (35) tidak mampu bertahan. Pria yang mengalami luka bakar ini meninggal dunia.

"Saat ini tinggal 1 korban lagi yg belum ditemukan atas nama Hutabarat. Operasi pencarian masih dilanjutkan," jelas Sukroadi. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Tersambar Petir
  2. Medan
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini