Korban Rabies Bertambah, Anak 8 Tahun di TTS Meninggal Dunia
Merdeka.com - Satu korban suspek rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), dinyatakan meninggal dunia, Jumat (23/6) kemarin.
Bocah berusia delapan tahun berinisial FM asal Desa Fae, Kecamatan Amanatun Selatan itu sempat dirawat satu pekan di Puskesmas Oinlasi.
"Tujuh hari mendapat rawat inap di puskesmas Oinlasi. Kemarin meninggal dunia pada pukul 16.57," kata Ketua Satuan Tugas Rabies TTS, Ady Tallo, Sabtu (24/6).
Menurutnya, jumlah korban akibat rabies di Kecamatan Amanatun Selatan sudah tiga orang yakni AB, DM dan FM. Sedangkan di Kecamatan Kualian adalah GAK.
"Saat ini korban yang meninggal dunia berjumlah empat orang. Tiga diantaranya anak-anak," ungkap Ady Tallo.
515 Orang jadi Korban Anjing Rabies
Sebelumnya, wabah Rabies terus meluas di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan jumlah korban gigitan rabies terus bertambah menjadi 515 orang.
Kepala Dinas Kesehatan dan Dukcapil NTT Ruth Diana Laiskodat menjelaskan, hingga Jumat (23/6) kemarin, sudah ada tiga orang warga Kabupaten TTS yang meninggal dunia akibat wabah rabies. Korban meninggal dunia diantaranya, dua anak-anak dan satu orang dewasa.
Menurutnya, wabah rabies terus meluas hingga ke 28 Kecamatan dan 131 Desa di kabupaten TTS, dengan rincian, balita 81 orang, anak usia sekolah 171 orang, usia produktif 207 dan lansia 54 orang.
Sedangkan bagian tubuh yang digigit anjing totalnya 531 dengan rincian, bagian leher wajah dan kepala 32 orang, bahu kebawa sampai lutut dan juga tangan berjumlah 212, betis ke bawa sampai jari kaki 287 orang.
(mdk/tin)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya