Korban keracunan olahan ayam di Purbalingga bertambah, ada 93 orang
Merdeka.com - Korban keracunan akibat mengonsumsi olahan ayam di warga Desa Serayu Larangan, Kecamatan Mrebet, Purbalingga bertambah. Hingga Jumat (10/2) kemarin, terdata 93 orang tengah menjalani perawatan.
Sampai kini, 21 orang telah dirujuk di Rumah Sakit Umum. Sebanyak 20 korban menjalani rawat inap di Puskesmas Serayu Larangan dan sisanya 52 Rawat Jalan. Dari hasil investigasi lapangan, masyarakat keracunan dimungkinkan bukan hanya dari ayam bakar saja, namun juga dari makanan rica-rica ayam dan ayam goreng.
Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menyatakan kemungkinan terjadinya penyebab keracunan akibat ayam kurang higienis, atau hal lain. Pemkab Purbalingga akan melakukan penelitian sampel data ke Solo untuk mengecek kepastian penyebab keracunan.
"Bisa jadi karena ayamnya, bisa jadi karena bumbunya dan hal-hal lainnya, data akan kita update terus karena hasil penelitian sampel tersebut membutuhkan kurang lebih satu minggu," kata Tiwi saat melakukan kunjungan kedua kalinya ke Puskesmas Serayu Larangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Purbalingga, Hanung Wikantono mengatakan untuk penelitian laboratorium berbeda dengan pendekatan yang dilakukan oleh Kepolisian dengan menggunakan Lab kimia. Dinas Kesehatan, jelasnya menggunakan Lab pembiakan, sehingga nanti akan terlihat bakteri apa yang terkandung dalam makanan tersebut.
Terkait dengan penanganan keracunan, Hanung menjelaskan, ada 3 kategori. Bila korban mengalami panas maka didiagnosa terjadi infeksi dan penyebabnya karena bakteri. Kedua distoksifikasi yakni dengan mengeluarkan efek racunnya. Ketiga kalau terjadi dehidrasi karena mual, muntah dan diare maka akan diinfus atau pemulihan kondisi semula.
"Untuk sementara penyebab terjadinya keracunan belum bisa diketahui, karena harus dilakukan penelitian Lab," kata Hanung. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya