Gempa mengguncang Kabupaten Pidie Jaya 6,5 SR menghancurkan rumah warga. Bahkan ada yang rata dengan tanah, ada juga rusak parah tak bisa dipergunakan lagi.Hingga sekarang, warga kewalahan untuk membersihkan puing-puing bangunan, terutama rumah yang terbuat dari beton. Selain membutuhkan alat berat, ada sebagian warga yang tidak lagi memiliki keluarga, atau hanya tinggal sendiri.Rahma Wati (35), misalnya, warga Gampong Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya. Suami dan dua anaknya menjadi korban meninggal, karena terjepit dengan beton rumahnya pasca-gempa."Makanan sudah cukup bantuan, tetapi saya tinggal sendiri, anak baru usia 10 tahun, jadi butuh bantuan untuk membersihkan rumah," kata Rahmi Wati, Sabtu (10/12).Katanya, selain bantuan tenaga, dirinya dan juga warga lain membutuhkan pakaian layak pakai, karena baju masih tertimbun dibawah bangunan rumah yang rubuh total.Sementara iru, Kepala Desa Kuta Pangwa, Marthonis membenarkan, bahwa warganya membutuhkan tenaga untuk membersihkan rumah. Karena gampong yang ia pimpin ini 90 persen lebih rumah hancur, tak bisa dipergunakan lagi."Benar memang butuh bantuan tenaga, tetapi saya juga bilang sama warga untuk bersabar, akan ada relawan," imbuhnya.Sebelumnya Kaden B Pelopor Brimob Polda Aceh, AKBP Ahmad Yani mengaku, Brimob telah menempatkan ada beberapa titik pasukan, baik di Trienggadeng, Meureudu, Lueng Putu dan Ulee Glee."Personel Brimob ini nantinya akan bekerja untuk membersihkan rumah warga," jelas AKBP Ahmad Yani.Saat ini, kata Ahmad Yani, personel Brimob setiap hari menyisir perkampungan yang masih membutuhkan untuk membersihkan rumah. "Mereka memang kita tugaskan untuk itu, sampai semua selesai," tutupnya.
Korban gempa di Aceh kewalahan bersihkan puing-puing bangunan
Korban gempa di Aceh kewalahan bersihkan puing-puing bangunan. Selain membutuhkan alat berat, ada sebagian warga yang tidak lagi memiliki keluarga, atau hanya tinggal sendiri.
Baca Juga
Gempa Aceh, KAI Terapkan BLB di Medan
Advertisement
Rekomendasi