Koordinator BEM SI Mengaku Banyak Pihak Tawari Uang agar Tak Demo

Kamis, 17 Oktober 2019 16:46 Reporter : Merdeka
Koordinator BEM SI Mengaku Banyak Pihak Tawari Uang agar Tak Demo Demo Mahasiswa. ©2019 Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Koordinator BEM SI Wilayah Se-Jabodetabek Banten, Muhammad Abdul Basit mengaku ada pihak-pihak yang mencoba menghalangi aksi mahasiswa dengan menjanjikan sejumlah uang. Namun, Abdul tidak menyebut identitas dari orang tersebut

"Banyak banget, terkait dengan menjanjikan sesuatu lah untuk kita tidak aksi. Banyak banget. Tetapi kami konsisten, tujuan kami untuk memperlihatkan bahwa kami tidak sama sekali ditunggangi," kata Abdul di Patung Kuda, Jakarta Pusat Kamis (17/10).

Abdul mengatakan, pihak kampus pun siap mengucurkan dana besar apabila mahasiswa memilih mengadakan seminar ketimbang unjuk rasa. Bahkan, pihak kampus berharap aksinya dialihkan di kampus. Tetapi mahasiswa menolak karena tujuan untuk mendesak Presiden menerbitkan Perppu KPK.

"Kami minta kepada Jokowi untuk tegas dan berpihak kepada rakyat," ucap dia.

Pantauan di lapangan sejumlah mahasiswa mulai memenuhi Jalan Merdeka Barat, sejak pukul 14.00 WIB. Mereka berkumpul di Patung Kuda dengan mengenakan almamater hijau dan membentangkan spanduk dan poster. Salah satunya bertuliskan #RawamangunBergerak.

Hampir seluruhnya melengkapi dengan masker, buff atau penutup wajah. Para mahasiswa membentuk barisan melingkar setibanya di Patung kuda.

Awalnya, hendak menggelar aksi di depan Istana Presiden. Namun, diadang polisi wanita. Mereka membentuk barikade tepat di depan kawat berduri dan road barrier.

Mahasiswa akhirnya hanya bisa berunjuk rasa di depan Gedung Kementerian Pariwisata. Disela-sela koordinator berorasi peserta unjuk rasa lain sempat menumpahkan kekesalan ke pihak kepolisian yang berjaga-jaga tersebut.

"Ayah, ibu istighfar yang banyak. Jangan sampai kelewat batas memukuli kami. Katanya mengayomi tapi malah memukuli," teriak salah satu mahasiswa.

Demonstrasi masih berlangsung. Mahasiswa semakin mendekati kepolisian. Uniknya, yang berhadap-hadapan pada demo kali ini adalah polwan dan mahasiswi.

Terpisah, Kapolsek Gambir, Kompol Wiraga menjelaskan alasan menempatkan Polwan di garis terdepan pengamanan. Hal itu tak lain untuk mendinginkan suasana.

"Kita mengedepankan persuasi jadi terkesan polisi tidak sangar atau antimahasiswa," ucap dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Demo Mahasiswa
  2. Perppu KPK
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini