KontraS nilai KPK setengah hati kawal kasus penyerangan Novel

Jumat, 21 April 2017 16:38 Reporter : Yunita Amalia
Novel Baswedan dirujuk ke RS JEC Menteng. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Koalisi masyarakat sipil peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai pimpinan KPK terkesan tidak serius menghadapi kasus penyerangan dialami penyidik senior, Novel Baswedan. Koordinator KontraS, Yati Andriani menuturkan pimpinan KPK terkesan menganggap kejadian yang dialami Novel adalah penyerangan individual.

Insiden pelemparan air keras terhadap Novel sudah 10 hari berlalu. "KPK masih terlihat gamang dan enggan secara terbuka melakukan penyelidikan atas teror, penyerangan, kriminalisasi yang kuat dugaan berkaitan dengan kasus-kasus yang saat ini ditangani KPK," kata Yati Andriani di Kantor Indonesian Corruption Watch (ICW), Jumat (21/4).

Yati menyayangkan KPK memilih menyerahkan kasus ini ke kepolisian tanpa berniat melakukan penyelidikan tersendiri. Sebab, ada kemungkinan adanya kaitan antara penyerangan terhadap Novel dengan penanganan pemberantasan korupsi.

Dia menyayangkan, selama kasus teror yang dialami penyidik KPK tidak ada yang berakhir di meja hijau.

"Fakta bahwa tidak berhasilnya kepolisian dalam mengungkap peristiwa-peristiwa kekerasan dan teror terhadap aktivis antikorupsi di Tanah Air termasuk penyidik KPK seharusnya cukup memberikan tanda, bahwa KPK tidak bisa berpangku tangan untuk menyerahkan pengungkapan kasus-kasus tersebut kepada kepolisian saja," jelas dia.

"Kasus penyiraman air keras terhadap Novel harus menjadi yang terakhir," harap dia.

Hal serupa disampaikan Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kajian (PSHK) Miko S Ginting. Kelompok masyarakat sipil peduli KPK menyangsikan penyelidikan kasus teror yang menimpa penyidik KPK, Novel Baswedan.

KPK secara lembaga tidak bisa diam menunggu hasil pengusutan kasus ini. Sebab, penyerangan terhadap Novel sesungguhnya sebagai upaya melawan KPK.

"Novel Baswedan tidak mungkin diserang sebagai Novel secara individu tentu posisinya sebagai penyidik yang akan mengungkapkan kasus kasus besar. Maling dalam korupsi itu punya jaringan politik. Secara posisi lawan lawan KPK itu punya posisi yang sangat kuat," ujar Miko. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Novel Baswedan
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.