Konsep Transportasi di Ibu Kota Baru Disarankan Mengedepankan Aspek Manusia

Kamis, 14 November 2019 16:41 Reporter : Merdeka
Konsep Transportasi di Ibu Kota Baru Disarankan Mengedepankan Aspek Manusia Perencanan transportasi di Ibu Kota Baru. ©2019 Merdeka.com/Abyan Ghafara Andayarie/Magang

Merdeka.com - Pembangunan transportasi di Ibu Kota baru nantinya diharapkan memiliki model berbeda dari DKI Jakarta. Perencanaan model transportasi di Ibu Kota baru disarankan nantinya mengedepankan aspek manusia.

Mantan Kepala Bappenas, Andrinov Chaniago mengatakan, permasalahan yang terjadi dengan transportasi di Jakarta terkait paradigma. Menurut dia, kurangnya budaya dalam penggunaan sarana dan angkutan umum, serta penegakan hukum menjadi permasalahan utama transportasi di Ibu Kota

"JPO tersedia tetapi sedikit yang menggunakannya. Kalau yang menyeberang di jalan raya berkelompok akan menyebabkan jalanan tersendat dan tentu membahayakan bagi pejalan kaki juga," kata Andrinov dalam diskusi Pengelolaan Transportasi Megapolitan di Hotel Red Top, Pecenongan, Jakarta Pusat, Kamis (14/11).

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Bambang Prihartono mengatakan, perubahan paradigma pada transportasi harus lebih fokus pada aspek manusia.

"Paradigma harus berubah dari yang fokus pada aspek fisik beralih paradigma menjadi fokus pada aspek manusia dan lebih mengutamakan kualitas hidup manusia," kata Bambang.

Bambang mengatakan, Bappenas mencatat terdapat 9 wilayah perkotaan teraglomerasi di luar Jabodetabek yang memerlukan penanganan khusus agar tidak terlanjur seperti di Jabodetabek.

"Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, Makassar, Banjarmasin dan Manado harus ditangani langsung supaya tidak menimbulkan kerugian yang tidak sedikit," ujar Bambang.

Bambang menambahkan, perencanaan transportasi di Ibu Kota baru Kalimantan Timur dinilai akan lebih baik dan maksimal dengan kunci harus mengedepankan aspek manusia.

Sedangkan pengamat Transportasi, Djoko Setijowarno, mengharapkan permasalahan yang terjadi di Jabodetabek hingga merugikan negara dan aspek manusia tidak kembali terulang di Ibu Kota baru Kalimantan Timur.

Reporter Magang: Abyan Ghafara Andayarie [gil]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini