Kondisi Jalan Gubeng Ambles Sudah Mulai Rata, Namun Belum Diaspal

Senin, 24 Desember 2018 14:34 Reporter : Lia Harahap
Kondisi Jalan Gubeng Ambles Sudah Mulai Rata, Namun Belum Diaspal Jalan Gubeng Surabaya ambles. ©Facebook/pesonasuroboyo

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, meninjau lokasi Jalan Gubeng, Surabaya ambles, Selasa pekan lalu. Jonan tampak berbincang dengan kontraktor yang mengerjakan perbaikan jalan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, jalanan sudah rata kembali walau belum tertutup aspal. Alat-alat berat masih bekerja ketika Jonan mengunjungi lokasi. Mantan Menteri Perhubungan tersebut ikut turun ke lokasi urukan tanah yang sudah menutupi jalan ambles.

"Alhamdulillah, Jalan Raya Gubeng sudah tersambung," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya, Irwan Widyanto, yang juga berada di lokasi. Demikian dikutip dari Antara, Senin (24/12).

Ia mengatakan, truk-truk bekerja 24 jam mengangkut pasir dari Mojosari, Mojokerto, untuk menguruk bagian jalan yang ambles dengan dukungan kepolisian daerah. Pengurukan bagian jalan yang ambles dimulai sejak Rabu (19/12).

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Surabaya, M Fikser, mengatakan proses pemulihan Jalan Raya Gubeng dalam beberapa hari terakhir sempat terkendala hujan. Pergerakan truk-truk yang mengangkut pasir dan batu dari Mojokerto ke Kota Surabaya menjadi terhambat karena hujan.

"Jadi di Mojosari, tempat lokasi pengambilan sirtu juga hujan. Jadi pihak yang di sana sempat tidak berani ambil ambil sirtu," katanya.

Selain itu, lanjut dia, musim liburan membuat akses jalan dari Surabaya menuju Mojosari macet.

Meskipun demikian, Fikser menyatakan pengerjaan pemulihan jalan tetap berjalan dan ditargetkan selesai dalam tujuh hari.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, sebelumnya mengatakan pengurukan Jalan Raya Gubeng membutuhkan waktu sekitar tiga sampai empat hari.

Ia menargetkan dalam tiap hari bisa mendatangkan 400 truk pengangkut sirtu untuk menguruk bagian jalan yang ambles.

Menurut perhitungan, ia menjelaskan, pengurukan keseluruhan bagian Jalan Gubeng amblas membutuhkan 1.800 truk pasir dan batu, atau sekitar 36 ribu meter kubik pasir dan batu. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini