Komnas Perempuan soal Crosshijaber: Secara Budaya Tak Tepat Laki-laki Gunakan Jilbab

Selasa, 15 Oktober 2019 19:04 Reporter : Merdeka
Komnas Perempuan soal Crosshijaber: Secara Budaya Tak Tepat Laki-laki Gunakan Jilbab Ilustrasi wanita berhijab. ©2012 Shutterstock/Zurijeta

Merdeka.com - Komnas Perempuan mendalami komunitas crosshijaber yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Crosshijaber yakni para pria yang gemar berdandan serta mengenakan pakaian perempuan berhijab hingga bercadar.

"Menurut saya kalau dia sampai masuk toilet (wanita), masuk masjid, itu mengganggu ketertiban umum, jelas itu. Karena itu menimbulkan rasa tidak aman ya untuk perempuan. Terus yang kedua, menimbulkan persoalan mengganggu masyarakat," kata Komisioner Komnas Perempuan, Riri Khariroh saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (15/10).

Riri mengatakan, tak sesuai apabila seorang laki-laki menggunakan pakaian perempuan. Menurut dia, hal itu tak sesuai dengan budaya di Indonesia.

"Jadi itu kan enggak appropriate. Secara budaya itu tidak appropriate ya, tidak tepat ada laki-laki terus kemudian menggunakan jilbab," ujar dia.

Riri menegaskan, lelaki yang sengaja berjilbab untuk masuk ke wilayah khusus wanita jelas salah. Sebab, dikhawatirkan mereka bisa melakukan tindak kekerasan terhadap perempuan, termasuk kekerasan seksual.

Misalnya, sengaja merekam kegiatan wanita di toilet dan menyebarkannya. Riri menambahkan, masyarakat yang merasa terganggu akan hal ini juga bisa melaporkannya ke pihak berwajib.

"Penting itu, masyarakat kalau melihat ada fenomena semacam itu sebaiknya memang mengadu. Kalau kita merasa keamanan kita terancam misalnya, itu kan kita bisa melapor," ucap dia.

"Polisi kalau mau campur tangan maka itu harus merujuk kepada undang-undang yang ada. Kan kita punya banyak tuh aturan terkait ketertiban umum, itu bisa digunakan," lanjut Riri.

1 dari 1 halaman

Beda Dengan Transgender

Meski begitu, Riri menilai bahwa hal ini sama sekali berbeda dengan transgender. Menurutnya, cara berpakaian transgender adalah hak dan keyakinan tersendiri. Masyarakat pun tetap harus menghormati hal itu.

"Nah kalau transgender it's fine (berjilbab) karena itu bagian dari kebebasan beragama dan berkeyakinan mereka. Nah itu juga harus kita hormati," tuturnya.

Riri menilai, wanita transgender pun memiliki hak untuk berjilbab. Dalam hal ini, jelas tujuan mereka bukanlah untuk memanfaatkan situasi agar bisa masuk ke area wanita dan berbuat kejahatan.

"Mereka (wanita transgender) memang mengasosiasikan dirinya sebagai perempuan, mereka memakai jilbab. Dan itu fine gitu loh. Tapi mereka transgender," kata Riri.

Reporter: Ratu Annisaa Suryasumirat [gil]

Baca juga:
Fakta-Fakta Crosshijaber, Dilaknat Tuhan & Menyimpang dari Ajaran Fikih
MUI Soal Crosshijaber: Allah Melaknat Laki-Laki Menyerupai Wanita & Sebaliknya!
Kenakan Hijab, Penampilan Olla Ramlan Banjir Pujian Warganet
Cerita Menyentuh 3 Hijaber di Hijab Sketch Competition 2018 Palembang
Filipina Kerahkan Tentara Berhijab untuk Tangani Terorisme
Cantiknya Cinta Laura Pakai Hijab
Tampil dalam Balutan Busana Hijab, Nagita Slavina Banjir Pujian dari Warganet

Topik berita Terkait:
  1. Hijab
  2. Crosshijaber
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini