Komnas HAM Minta Bawaslu Proses Semua Temuan Selama Hari Pencoblosan
Merdeka.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI telah menemukan beberapa kejadian selama Pemilu 2019 berlangsung. Beberapa temuan itu yakni terkait masih adanya Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sulit untuk dijangkau oleh penyandang disabilitas dan tak menyediakan alat bantu untuk para tunanetra.
Temuan Bawaslu RI itu ternyata juga disampaikan oleh Wakil Ketua Komnas HAM Bidang Eksternal Sandrayati Moniaga. Ia mengaku, pihaknya telah menemukan beberapa TPS yang sulit untuk dijangkau oleh penyandang disabilitas.
"Berdasarkan temuan kami, ada beberapa TPS yang sulit untuk penyandang disabilitas menggunakan suaranya," kata Sandra di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (18/4).
Lalu, terkait dengan adanya temuan Bawaslu soal TPS yang tidak menyediakan alat bantu untuk para tunanetra, pihaknya justru tak menemukan hal tersebut.
Ia ingin, Bawaslu segera melakukan proses jika Bawaslu benar menemukan kejadian seperti TPS yang tidak sediakan alat bantu untuk para tunanetra.
"Bawaslu kalau menemukan harus diproses, tapi kita ga temukan. Kalau tuna netra memang ya ada tapi minoritas," ujarnya.
Sebelumnya, Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Mochammad Afiffudin menyebut, ada 20.834 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tak menyediakan alat bantu untuk para tunanetra untuk mencoblos. Hal itu ia katakan setelah pihaknya memantau TPS di setiap daerah.
Selain itu, ternyata masih ada ribuan TPS yang sulit untuk dijangkau oleh penyandang disabilitas agar sampai ke lokasi pencoblosan.
"Bawaslu mengawasi akses TPS penyandang disabilitas agar gampang menggunakan hak pilihnya. Ada 2366 TPS yang sulit dijangkau atau tidak akses bagi penyandang disabilitas," ungkapnya.
"Misal ada lokasi TPS yang berbatu, TPS berundak, atau bertangga yang membuat pemilih disabilitas tidak bisa mencapai TPS," sambungnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya