Komjen Iriawan: Saya Tak Ada Sangkut-pautnya dengan Kasus Penyiraman Novel

Minggu, 14 Juli 2019 14:25 Reporter : Lia Harahap
Komjen Iriawan: Saya Tak Ada Sangkut-pautnya dengan Kasus Penyiraman Novel Komjen Iriawan ditunjuk menjadi Penjabat Gubernur Jabar. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Mochamad Iriawan, mengaku sempat ditemui Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyerangan Novel. Namun pria akrab disapa Iwan Bule itu membantah diperiksa terkait penyiraman air keras terhadap Novel.

"Bukan diperiksa, tetapi klarifikasi atau ngobrol. Kalau diperiksa itu kan di-BAP , tetapi pertemuan saya dengan TGPF tidak ada pemeriksaan," ujar Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) ini dikutip dari siaran pers di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Minggu (14/7).

Menurut Iwan, pertemuan itu terjadi dua bulan lalu di kantornya di Lemhanas. Dia siap melawan tuduhan yang dialamatkan pada dirinya termasuk soal kabar diperiksa TGPF kasus Novel Baswedan.

Dalam pertemuan dengan TGPF, Iwan Bule mengaku tenang lantaran memang tidak mengetahui apa-apa soal pelaku penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan.

"Saya nggak tahu apa-apa tentang pelaku penyiraman Novel apalagi tahu pelakunya. Saya nggak ada sangkut-paut dengan kasus ini. Mungkin TGPF, merasa saya tahu kasusnya Novel, saya bilang nggak tahu," kata Iwan Bule.

Iwan Bule melanjutkan, dirinya sempat ditanyai perihal pertemuan dengan Novel Baswedan oleh TGPF di Polda Metro Jaya. Iwan Bule menampik pertemuannya tersebut terkait dengan kasus penyiraman air keras.

"Saya diskusi masalah sinergitas Polri dan KPK dalam penanganan korupsi. Kala itu, Novel datang bersama Brigadir Arif, itu sahabatnya dia. Dia anak buah saya di Brimob Polda Metro Jaya, lewat dia akhirnya ketemu saya," kata Iwan Bule.

Iwan Bule menerangkan pertemuannya dengan Novel Baswedan kala itu juga terkait dengan penanganan kasus korupsi besar dan dapat masuk ke sektor-sektor yang belum bisa diungkap KPK. Misalnya mafia pangan.

"Itu pertemuan kami di ruang kerja Kapolda Metro. Kemudian saya sempat ditanya (TGPF) kapan lagi pernah ketemu, saya jawab pernah ke rumahnya (Novel) diajak Arif juga karena anaknya Novel lahir, nama anaknya Umar. Saya silaturahmi," tegas Iwan Bule.

Iwan Bule mengaku dirinya memang sempat mengingatkan Novel Baswedan terkait dengan adanya ancaman kepada penyidik KPK. Namun pesan itu dalam konteks yang wajar saja tidak ada makna tertentu.

"TGPF mempunyai asumsi bahwa saya ke rumah Novel itu memberi tahu bahwa nanti akan ada yang menganiaya, makanya diingatkan harus hati-hati. Mereka juga berasumsi bahwa saya tahu pelaku dari penyiraman ke Novel. Ini kan aneh," tutur Iwan Bule.

Daripada berasumsi kepada dirinya, Iwan Bule menyarankan agar TGPF mencari pelaku penyiraman Novel Baswedan dengan serius.

"TGFP harusnya menjelaskan apa yang sudah dilakukan mulai dari TKP, temuan-temuan lain yang memberikan petunjuk kepada peristiwa itu, kendala-kendalanya sehingga TPGF belum bisa mengungkap atau menemukan fakta. Jelaskan dong ke publik," ujar Iwan Bule.

Iwan Bule mengatakan tuduhan yang dilayangkan kepada dirinya atas kasus penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan selama ini telah berdampak kepada keluarganya.

"Kasihan keluarga saya, istri saya, anak saya, banyak yang bilang 'bapak kamu terlibat kasus penyiraman Novel'. Anak dan adik kandung saya sampai menangis. Itu kan namanya menjatuhkan nama baik saya," tegas Iwan Bule. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Novel Baswedan
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini