Klaster Covid-19 di Sukoharjo Merambah Sekolah, 11 Guru SMA Positif

Kamis, 12 November 2020 17:50 Reporter : Arie Sunaryo
Klaster Covid-19 di Sukoharjo Merambah Sekolah, 11 Guru SMA Positif rapid test. ©2020 Merdeka.com/Rasyid Ali

Merdeka.com - Klaster kasus Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, merambah sektor pendidikan. Sebanyak 11 guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sukoharjo terkonfirmasi positif Covid-19. Aktivitas sekolah pun ditutup.

Seperti terjadi di SMAN 1 Polokarto. Sebanyak 11 guru terpapar virus Corona, belum lama ini. Sebelumnya kasus serupa pernah terjadi di salah satu SMA di Kecamatan Sukoharjo Kota.

"Sebelumnya sudah ada. Ada di SMA di Kecamatan Sukoharjo," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, dr. Yunia Wahdiyati, saat dihubungi wartawan, Kamis (12/11).

Yunia menyampaikan hingga saat ini, data akumulasi kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo mencapai angka 1.267 orang. Dari jumlah tersebut, penyebaran penularan terjadi lebih dari 30 klaster.

"Lebih dari 30 klaster yang berkembang di Sukoharjo. Saya tidak hafal karena banyak," katanya.

Dengan banyaknya warga yang terkonfirmasi dan pertumbuhan klaster tersebut, status KLB (kejadian luar biasa)di Kabupaten Sukoharjo belum akan dicabut. Bahkan penundaan pencabutan status KLB sudah terjadi sebanyak 5 kali.

"Ini nanti (pencabutan KLB) sampai pada terjadi penurunan jumlah kasus, dan tidak terjadi kasus baru dari dua kali masa inkubasi kasus tersebut," terangnya.

Terkait klaster Covid-19 di SMAN 1 Polokarto, Yuni menjelaskan, munculnya kasus tersebut berawal dari salah satu guru yang terinfeksi. Namun tak bergejala. Setelah dilakukan tracing, hasilnya 10 orang lainnya dinyatakan positif.

"Hasil tracingnya ada 10 orang yang positif. Akhirnya sekolah ini harus di isolasi dulu untuk pelaksanaan disinfeksi," katanya.

Selain disinfeksi, penutupan sekolah juga dilakukan karena dilakukan kontak tracing pada lini kedua. Untuk yang hasilnya positif, maka diwajibkan untuk isolasi. Sedangkan yang hasilnya negatif bisa melakukan pelayanan di sekolah. Pada tracing lini kedua, dikatakan Yunia, lebih dari 20 orang dilakukan swab test.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo, Darno menyampaikan, penularan Covid-19 di SMAN Polokarto terjadi dari seorang guru pria. Setelah diketahui positif, teman guru lainnya ikut swab test, dan hasilnya 10 guru lainnya juga dinyatakan positif.

"Guru yang bersangkutan itu sebelumnya tidak terasa. Terus masih aktif di sekolah, biasa dengan teman-temannya. Ternyata yang bersangkutan ketika di-swab itu positif. Terus teman-temannya ikut ramai ramai swab,” terangnya.

Menurut dia, ada 17 guru yang ikut melakukan tes usap pada 4 November oleh petugas Puskesmas Polokarto. Hasil swab test keluar pada 10 November dan 10 guru terkonfirmasi positif. Para guru yang terpapar tersebut saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini