Kisah Soekarno Disarankan Orangtua Punya Pacar Bule Agar Kuasai Bahasa Asing

Minggu, 18 November 2018 00:03 Reporter : Merdeka
Kisah Soekarno Disarankan Orangtua Punya Pacar Bule Agar Kuasai Bahasa Asing Soekarno. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Raden Soekemi Sosrodihardjo, ayah dari Presiden Pertama RI Soekarno pernah menyarankan agar sang proklamator menguasai berbagai macam bahasa di dunia.

Saran yang diberikan oleh Seokemi agar Soekarno memiliki pacar orang asing. Menurut Soekemi, jika Soekarno menjalin hubungan dengan wanita 'bule', secara otomatis Seokarno akan mengerti dengan sendirinya bahasa dari sang pacar.

Namun rupanya saran tersebut hanya didengarkan oleh Soekarno tanpa dijalankan olehnya. Hal tersebut diungkap oleh Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah.

Megawati Soekarnoputri Bicara Sejarah ©Liputan6.com/Fachrur Rozie

Politikus PDI Perjuangan itu diberikan kehormatan oleh Megawati Soekarnoputri selaku anak dari sang proklamator untuk menceritakan sedikit dari sejarah Bung Karno, nama panggilan Soekarno. Basarah menceritakannya dalam acara Megawati Soekarnoputri Bicara Sejarah, 'Tentang yang Tersurat dan Tersirat dari Pemikiran Bung Karno'.

"Bung Karno disarankan oleh ayahnya untuk memiliki pacar orang asing, agar cepat memahani bahasa asing. Saran ini salah satu yang tak diikuti oleh Bung Karno," ujar Basarah di Museum Nasional, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2018).

Meski tak menjalankan saran orangtua, Soekarno tetap menguasai berbagai bahasa asing seperti Inggris, Perancis, Jerman, Belanda dan lainnya. Bahkan ada yang menyebut Soekarno merupakan ahli bahasa.

Menurut Megawati, seperti yang disampaikan oleh Basarah, Bung Karno merupakan sosok pemikir besar yang amat teliti. Seorang yang gemar membaca, bahkan Bung Karno kerap membaca buku dari berbagai macam bahasa.

Saking gemarnya membaca, Bung Karno memiliki kamar mandi yang dirancang sedemikian rupa untuk nyaman membaca. Di dalam kamar mandi Bung Karno terdapat dua meja bertingkat yang berisi berbagai macam buku.

"Satu tingkat untuk buku yang sudah dibaca, dan satu lagi untuk buku yang belum dibaca," kata Basarah mengulang pernyataan Megawati.

Setiap Bung Karno selesai membaca sebuah buku, Bung Karno kerap menulis catatan kecil. Catatan tersebut menggambarkan bahwa seolah Bung Karno sedang berkomunikasi langsung dengan sang penulis.

"Setiap dia membaca, dia selalu menulis catatan. Seolah sedang berimajinasi tengah berkomunikasi dengan penulis buku tersebut," kata Basarah. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini