Kisah Musik Rock di Kuta Bali

Senin, 7 Oktober 2019 04:03 Reporter : Moh. Kadafi
Kisah Musik Rock di Kuta Bali Band Magic Mushroom. ©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Lagu Foxy Lady dari Jimi Hendrix legenda musik blues dan rock menghentak pengunjung Santa Fe Bar, di Seminyak, Legian, Bali.

Sukamanto memainkan gitarnya dengan apik bersama bandnya yang bernama Magic Mushroom hingga membuat pengunjung bersorak dan bertepuk tangan. Ia bersama bandnya memainkan empat lagu di akhir penutup di acara 10 tahun Anniversary Bali Rock Community (Baroc), Sabtu (5/10) malam.

"Aku sudah dari (dulu) suka Jimmi Hendrix, di Bali bikin band jadi tersalur," ucap Sukamanto atau akrab dipanggil Manto ini.

Manto di usianya yang sudah 66 tahun masih energik memainkan lagu-lagu cadas. Pria yang berasal dari Magelang, Jawa Tengah ini, rupanya gitaris Harley's Angels, grup musik rock asal Bali yang menjuarai Festival Rock Indonesia pertama, tahun 1984.

Festival Rock Se-Indonesia I digagas Log Zhelebour dan berlangsung di Lapangan sepakbola 10 November, Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur, pada 14 April tahu 1984, dan diikuti 30 peserta group band dari Jakarta, Bandung, Jawa Timur dan Bali.

Manto, dengan santai dan sedikit malu-malu mulai berbicara tentang awal musik rock menjamur di Kuta, Bali. Ia memutar kembali ingatannya saat dirinya berserta kawan-kawannya membuat grup band rock pertama kali di Kuta hingga menjadi awal dikenalnya musik rock di wilayah Kuta.

Tahun 1978 karena kecintaannya dengan musik. Manto, merantau ke Bali dan memulai mengamen di pub dan kafe di Kuta Bali. Seiring berjalannya waktu Manto bersama rekannya memulai nama bandnya bernama Primitive Rythm dan menjadi band tetap di Bar Kayu Api, Legian, Kuta. Waktu itu Kuta masih sangat sepi dan belum banyak berdiri kafe.

"Aku bikin band (bersama kawan-kawan) pertama kali di wilayah sini. Namanya Primitive Rythm," ujar Manto.

Munculnya Bar Kayu Api yang kerap menggelar acara jam session band. Akhirnya restoran Kayu Api dikenal sebagai tempat mangkal atau nongkrong musisi rock. Tak hanya musisi lokal dan nasional yang suka nongkrong di sana, beberapa musisi besar pernah singgah di bar tersebut, seperti Mick Jagger, Steward Copeland, Ment At Work, Australian Crowl, Gombloh dan banyak lainnya.

©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Kemudian, pada tahun 1984 Primitive Rythm berganti nama menjadi Harley's Angels, dengan personil Putu Indrawan sebagai pemain Bas, Bambang vocal, Manto gitar, Dodot keybord dan Nyoman Kabe sebagai drum.

"Habis itu tahun 1984, aku pas ngamen Log Zhelebour datang. (Dia tanya) 'Kamu mau ikut festival' terus kita ikut dan jadi Harley's Angels. Padahal kita band ngamen bukan band latihan," ungkap Manto.

Pada festival rock perdana tersebut, Harley's Angels langsung menjadi juara satu. Bahkan sang vokalis Bambang terpilih sebagai penyanyi terbaik dan Putu Indrawan dinobatkan sebagai pemain bas terbaik. Saat itu para jurinya adalah penyanyi God Bless Achmad Albar, penabuh drum Jelly Tobing (Eks Minstrell, Bharata), Ian Antono (Eks Gitaris God Bless), Abadi Soesman (Eks Bharata, God Bless), Arthur Kaunang,
dan seorang wakil dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

"Tahun 1984 itu (Harley's Angels) menang dan kayaknya itu yang memicu anak-anak muda di Bali main rock," ujar Manto.

Manto juga menjelaskan, awal band rock di Kuta hanya Harley's Angels dan saat itu di Kuta masih belum dikenal musik rock. Namun, dengan menjurai festival rock nasional, musik rock mulai digandrungi oleh khalayak ramai di Kuta dan menjalar sampai ke Denpasar.

Selain itu, Bar Kayu Api yang menjadi tempat satu-satunya para musisi rock mangkal, saat ini, Bar Kayu Api sudah tiada lagi dan di bangun menjadi hotel. Bar Kayu Api saat dulu menjadi tempat nongkrong para wisatawan yang suka musik rock tersebut. Kemudian, nama Harley's Angels semakin dikenal dan melakukan konser di beberapa daerah. Seperti Banyuwangi, Jember, Malang, Yogyakarta hingga Bandung.

"Awal-awal, di Kuta hanya hanya gitar bolong. Kalau di Kuta Harley's Angels yang lainnya belum (ada). Kita menang festival baru banyak di Denpasar juga kayak menjamur. Kayu Api sudah tidak ada dan itu satu-satunya tempat (Nongkrong)," ujarnya.

Namun sayang, akhirnya Harley's Angels gagal rekaman karena kesibukan masing-masing para personelnya. Padahal Harley's Angels sempat punya stok cadangan lagu sekitar 20-an lagu dan sempat direkam namun tak kunjung selesai. Salah satu lagunya bercorak progressive rock yang sering dibawakan adalah "Matahari".

"Kita tidak tertarik rekaman, saya ngamen saja besok bisa makan, asyik," tutup Manto. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Konser Musik
  2. Musik Indonesia
  3. Denpasar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini