Kisah cinta ABG, lamaran ditolak sampai nekat panjat sutet
Merdeka.com - Gara gara lamarannya ditolak keluarga pujaan hati, seorang ABG bernama Mukhsin (16) warga Desa Ngaliyan, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah berbuat konyol. Mukhsin coba bunuh diri dengan memanjat tower listrik tegangan tinggi atau sutet yang berdiri di Persawahan Desa Tangkil, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah Sabtu (31/12) .
Mukhsin yang bertelanjang dada dan hanya bercelana kolor pendek itu mengancam akan bunuh diri dengan terjun dari atas tower. Ratusan warga berbondong-bondong menonton aksi Mukhsin memanjat tower sutet setinggi 40 meter itu.
Puluhan petugas kepolisian, TNI serta tim SAR langsung berdatangan dan dibuat repot. Menggunakan megaphone, petugas bergantian membujuk Mukhsin agar turun dari tower. Namun, hampir 2 jam lebih, Mukhsin bergeming nangkring di tower.
Beberapa petugas coba memanjat tower sutet. Tapi Mukhsin semakin nekad mendekati ujung tower setiap kali melihat petugas mencoba mendekatinya.
Akhirnya, polisi menggunakan cara terakhir yakni mendatangkan gadis pujaan hatinya dan orangtuanya untuk membujuk Mukhsin turun dari tower. Tak berapa lama, Iskak, ayah Mukhsin, datang ke lokasi dengan wajah merah padam. Sang ayah berteriak bersumpah akan segera melamar kekasih anaknya itu. Kekasih pelaku yang juga masih berumur 15 tahun tampak takut dan malu-malu. Polisi lalu mengajak si gadis ke mendekat bawah tower agar Mukhsin percaya.
Akhirnya Mukhsin bersedia turun dari tower setelah dijemput kekasihnya itu. Layaknya film India saja, begitu turun dari tower, Muksin yang hanya bercelana pendek itu tanpa malu-malu langsung memeluk dan menggandeng sang kekasih.
Ratusan warga yang semula berdebar-debar menyaksikan kejadian ini, langsung bersorak sorai mengejek aksi konyol Muksin yang merepotkan banyak orang.
"Huuu …Stress ..Stress !!," teriak sejumlah warga berulangkali.
Sementara, para petugas tampak lega. Petugas meminta warga menahan diri dan tidak meledek ABG itu. Sedangkan Mukhsin tampak cengar cengir dan senyum senyum. Sementara, saking malunya, gadis kekasihnya hanya bisa menutupi wajah dengan jilbab. Selanjutnya, Muksin dan kekasihnya dibawa polisi ke Mapolsek Kedungwuni untuk mendapat pembinaan.
Ratusan pemuda dan remaja yang ikut melihat kejadian ini langsung bersuit-suit dan meledek Mukhsin. Wargapun bertepuk tangan sembari tertawa dan terus menyoraki Mukhsin. Sementara Mukhsin tampak cuek saja masuk ke mobil Patroli polisi. Rupanya, orangtua si gadis menolak lamaran Mukhsin karena Muksin belum cukup umur.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya