Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kirim anak buah, Kapolres pesan 'kalian ke Pidie Jaya bukan wisata'

Kirim anak buah, Kapolres pesan 'kalian ke Pidie Jaya bukan wisata' pengungsi gempa Pidie dalam tenda darurat. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Polresta Banda Aceh kembali memberangkatkan 30 personel polisi gelombang kedua untuk membantu korban gempa 6,5 SR di Kabupaten Pidie Jaya. Gelombang kedua ini akan bertugas di lokasi bencana selama 13 hari untuk membantu warga pasca gempa.

Keberangkatan gelombang kedua ini dilepas langsung oleh Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin di pelataran parker Mapolresta, Minggu (18/12). Dalam amanatnya, T Saladin berpesan agar di lokasi bencana menjaga nama baik institusi dan benar-benar melayani masyarakat.

"Kalian itu ke Pidie Jaya bukan pergi wisata, tetapi pergi bertugas membantu korban gempa," kata T Saladin sebelum berangkat ke Pidie Jaya.

Sebelum berangkat, T Saladin tak lupa memeriksa seluruh kesiapan personel polisi. Seperti mempertanyakan perlengkapan pribadi, berupa handuk, celana training dan sejumlah perlengkapan lainnya.

"Kalian ke sana bukan tidur di hotel, jadi semua perlengkapan pribadi harus kalian bawa. jangan seperti sebelumnya, sampai saya suruh pulang ambil perlengkapan," jelasnya.

T Saladin menyebutkan, selama di Pidie Jaya mereka akan ditempatkan di Polsek Pante Raja, Pidie Jaya. Kemudian nantinya akan berkoordinasi dengan beberapa satuan di sana untuk pembagian tugas.

"Mereka di sana akan membersihkan rumah ibadah, rumah penduduk, rumah sekolah atau apapun yang dibutuhkan tenaga mereka," jelasnya.

Gempa yang mengguncang Pidie Jaya dua pekan lalu telah mengancurkan bangunan di Pidie Jaya. Sehingga puluhan ribu warga harus mengungsi, karena rumah mereka tidak bisa digunakan lagi karena sudah roboh pasca gempa.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP