Kirab 7 sumber mata air, warga Klaten doakan Patmi Kartini Kendeng
Merdeka.com - Warga Klaten menggelar ritual sekaligus doa bagi Patmi, petani Kendeng yang meninggal usai melakukan aksi cor kaki menolak pembangunan Pabrik Semen di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Doa disertai ritual Ngangsu Banyu Suci dipersembahkan untuk Patmi yang dianggap pahlawan lingkungan.
Ritual Ngangsu Banyu Suci, yang diadakan warga Desa Koripan, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (30/3) malam tersebut juga dimaksudkan untuk keselamatan bumi dan air. Sekaligus sebagai kampanye kepada warga untuk selalu menjaga lingkungan, bumi dan air.
"Ritual ini selain untuk mendoakan Yu Padmi juga sekaligus bentuk rasa syukur kami atas ketersediaan sumber mata air bersih yang melimpah sepanjang waktu," ujar penggagas acara, Agung Bakar.

Ritual dimulai dengan pengambilan air dari 7 sumber mata air di yang ada di desa tersebut. Yakni umbul Susuhan, umbul Jolotundo, umbul Sigedang, umbul Gedaren, umbul Nilo, umbul Pelem dan umbul Manten.
Air dimasukkan ke dalam kendi. Selanjutnya kendi-kendi tersebut dikirab dengan berjalan kaki menuju Padepokan Puser Jagad di Desa Koripan yang berjarak sekitar 3 kilometer.
Selain Ngangsu Banyu Suci, kegiatan juga diisi dengan jamasan, bersih desa, dan pentas kesenian tradisional. Agung menuturkan, keberadaan air yang melimpah di Desa Koripan bukan hanya layak disyukuri tapi juga perlu usaha dari warga untuk memuliakan air dengan cara sederhana.

Antara lain dengan cara merawat kebersihan sungai, umbul, dan sumber mata air lain, menanam pohon untuk mengikat air tanah, memanfaatkan sumber air yang ada sebagai pasokan air minum bagi warga, dan juga merayakan dalam ritual penghormatan terhadap air.
"Dengan kegiatan ini, kami berharap bisa meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya merawat air, sikap lebih bijak dalam menggunakan air, termasuk sungai, serta kesadaran menjaga lingkungan," imbuhnya.
(mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya