Kiai Budi siap tanggung jawab soal film 'Kau Adalah Aku Yang Lain'
Merdeka.com - Pimpinan Pondok Pesantern (Ponpes) Al Islah, Kota Semarang, Jateng KH Budi Hardjono siap bertanggungjawab atas perannya dalam film 'Kau Adalah Aku Yang Lain'. Karya tersebut justru menjadi kontroversi setelah usai memenangkan Festival Movie Police VII.
"Bahkan saya ikut bertanggungjawab dengan resiko apapun berdasar atas niat ketulusan saya dengan cara merelakan share, diskusi, musyawarah, sejauh menerima krtik-kritik yang keras sebagai upaya menciptakan karya-karya," tegas Kiai Budi, sapaan akrabnya, saat ditemui merdeka.com, Rabu (5/7) di Ponpes Al-Islah, Desa Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Film karya Anto Galon dari Kota Semarang itu menuai kontroversi karena dianggap berbau SARA dan merugikan banyak pihak. Namun, Kyai Budi Hardjono mengaku tidak mempermasalahkan kritikan tersebut. Dia justru membuka selebar-lebarnya ruang diskusi dan musyawarah bagi pihak tidak menerimanya.
Kyai Budi mengaku mendukung proses pembuatan film 'Kau Adalah Aku Yang Lain'. Sebab, film berdurasi 7 menit 14 detik ini mengandung banyak nilai kemanusiaan dan toleransi sangat tinggi.
"Dalam kaitan film Kau Adalah Aku Yang Lain, saya mendukung dari sisi bahwa film mengusung nilai-nilai kemanusiaan melalui sebuah drama yang di dalamnya nilai-nilai didialogkan. Sehubungan dengan dialog, tentu tidak menutup kemungkinan untuk berbagi pendapat agar film ini dipandang dari sisi baiknya atas tujuan semula tersebut," terang Budi.
Banyak pesan positif dalam film, membuat dia menyediakan ruang untuk syuting film di Ponpes Al-Islah di Desa Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. "Saya sendiri senang diikut sertakan dalam peran yang mulia ini untuk bisa mengatasi konflik kecil di dalam masyarakat yg mungkin saja terjadi d imana pun. Dan bahkan saya menyediakan ruang bagi pesantren saya untuk menjadi tempat shoting film 'Kau Adalah Aku Yang Lain'. Sebelum ramadan, beberapa hari," ujarnya.
Selain itu, Kiai Budi juga mengaku memberikan judul film 'Aku Adalah Kau Yang Lain' atas permintaan sang sutradara Anto Galon. "Melalui sodoran naskah Anto Galon. Atas saran Daniel (pengurus Dewan Kesenian Kota Semarang) kemudian dia meminta judul kemudian karena ini misi untuk memahami keragaman adalah damai. Saya punya kosa kata yang disebarkan dimana-mana, 'Kau Adalah Aku Yang Lain' segala bentuk sejiwa walaupun berbeda suku, agama dan ras," tandasnya.
Selama ini, Kiai Budi mengaku kerap menggelar pengajian. Dalam kegiatan itu, dia selalu menyuarakan keberagaman dalam kehidupan, layaknya sebatang pohon berhak hidup dan memperoleh sinar matahari di bumi ini.
"Saya sering menggambarkan kehidupan kebersamaan kalau wujudnya rukun bagai pepohonan di dalam taman. Setiap keberadaan berhak tumbuh dan masing-masing pohon cerdas untuk mencari ruang atas perkembangan ranting, supaya tidak bergesekan dengan yang lain untuk menggapai cahaya matahari," bebernya.
Kyai Budi menilai jika kedamaian dalam keberagaman dan kebhinekatunggalikaan saat ini sudah mulai terkikis dan terancam habis. "Karena kedamaian dan keberagaman di luar sana sudah sangat terkikis dan terancam habis. Kalau diwilayah Indonesia dengan keragaman tak terkira sampai terjadi juga di mana dunia ingin miliki suasana surga. Kalau Indonesia tidak memiliki pepohonan, mau dari mana lagi supplay oksigen dunia diperoleh," jelasnya.
Dia juga menyatakan jika paska film ini menjadi pemenang Festival Police Movie muncul kontroversi dirinya menilai sangat sangat wajar.
"Kalau ternyata, di dalam dinamika kemunculanya menghasilkan kontroversi, ibarat sebuah lukisan, di dalam bingkai tentu di sana ada gambar yang bersumber dari orkestra warna. Kalau toh melihat satu titik hitam, jangan dipandang sebuah kecacatan namun itu memang tanda dari semua warna gambar di dalam bingkai itu," kata Budi.
Maka dari itu, Kyai Budi menambahkan jika ingin menilai dan memberikan masukan yang membangun, pihaknya meminta pihak yang lain supaya melihat dan menyaksikan film secara utuh tidak hanya setengah-setengah.
"Artinya, untuk menghilangkan kontroversi cermati secara luas dan mendalam dari keseluruhan drama yang ada di film 'Kau Adalah Aku Yang Lain' secara utuh. Ibaratnya, kalau memandang samudra kemudian ada pantai ada buinya jangan berkesimpulan bahwa buih itu samudra dan pantai karena di bawah buih ada air dan makhluk hidup lainnya," pungkasnya. (mdk/ang)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya