Khawatir jadi lone wolf, 6 buronan teroris di Sumsel terus dipantau
Merdeka.com - Polda Sumatera Selatan masih memburu enam orang terduga teroris yang masih berkeliaran di wilayah itu. Jika tak segera ditangkap, mereka dikhawatirkan akan menjadi lone wolf, istilah bagi pelaku tunggal teror.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, enam buronan teroris itu kabur dalam penggerebekan sarang teroris di Kabupaten Muara Enim beberapa bulan lalu. Mereka adalah kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) yang bermarkas di Jawa Barat. Dalam penggerebekan itu, 13 orang ditangkap, dan delapan ditetapkan menjadi tersangka.
"Ya, masih ada enam buronan. Posisinya tidak diinformasikan, tetapi mereka masih ada," ungkap Zulkarnain saat meninjau sejumlah gereja di Palembang, Minggu (13/5).
Menurut dia, buronan teroris itu tetap diawasi dan akan ditangkap. Sebab, mereka bisa saja merangkul anggota baru dan melakukan aksi teror. Pengawasan terhadap sel-sel teroris ini dikoordinasikan dengan Densus 88 karena memiliki teknologi dalam memonitor pergerakan mereka.
"Kami juga harus hati-hati, jangan sampai mereka menjadi long wolf, menjadi serigala sendiri, mencari mangsanya," ujarnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya akan meningkatkan penjagaan setiap tempat ibadah, keramaian dan markas kepolisian. Pimpinan kepolisian setiap wilayah harus rutin patroli mengawasi setiap kegiatan masyarakat.
"Tanggung jawab polisi untuk mengamankan ancaman luar biasa ini, tapi kami pun memohon bantuan sekuriti gereja, setidaknya ada CCTV, ada kewaspadaan. Dan polisi yang harus diploting, kapolsek, Polresta kita bersama tidak boleh takut, harus berani," pungkasnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya